Kabupaten Lebak Dibayang-bayangi ‘Teror’ Campak

LEBAK, BANPOS — Kasus penyakit campak tampaknya mulai membayangi Kabupaten Lebak.

Pasalnya dalam setahun terakhir, data jumlah kasus tersebut mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Baca Juga

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Lebak, Nining Tilawah, menyampaikan bahwa dalam setahun terakhir terdapat kenaikan pada kasus terduga campak di Kabupaten Lebak.

Dimana pada tahun 2024 jumlahnya tercatat ada sebanyak 256 kasus.

Sementara pada tahun 2025 jumlahnya meningkat sekitar 23,8 persen menjadi 317 kasus.

Kemudian dari jumlah tersebut, kata Nining, Kecamatan Rangkasbitung menjadi wilayah dengan jumlah teridentifikasi campak tertinggi di Kabupaten Lebak.

Namun, Nining menegaskan, kasus tersebut baru sekedar dugaan belum bisa dipastikan apakah itu benar-benar penyakit campak. Sebab, Dinkes Kabupaten Lebak belum bisa melakukan pemeriksaan spesimen serum.

“Baru terduga ya, belum bisa dipastikan campak karena saat ini kita belum bisa memeriksa spesimen serum karena kekosongan reagen program di laboratorium BBLKM Jakarta,” ujarnya kepada BANPOS, Jumat (13/3).

Ada beberapa faktor yang menyebabkan jumlah kasus penyakit campak bisa meningkat. Salah satunya disebabkan karena rendahnya cakupan imunisasi di tengah masyarakat.

Terlebih pada saat pandemi Covid-19 melanda  beberapa tahun yang lalu, menyebabkan angka cakupan imunisasi sempat mengalami penurunan.

Hal itu lah kemudian membuat kekebalan kolektif di tengah masyarakat menjadi lemah, sehingga potensi penyebaran penyakit campak semakin besar.

“Masih ada masyarakat yang menolak anaknya dilakukan imunisasi, tingginya mobilitas masyarakat yang juga berakibat penyakit mudah menyebar,” terang Nining.

Untuk mengantisipasi penularan penyakit campak di Kabupaten Lebak semakin meluas, Nining mengatakan, Dinkes Kabupaten Lebak telah melakukan berbagai macam langkah pencegahan.

Pertama, memperkuat surveilans dengan melakukan penyelidikan epidemiologi. Kemudian intensifikasi imunisasi atau memastikan status imunisasi lengkap.

Selanjutnya, memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai penanganan cepat apabila mendapati adanya tanda-tanda penyakit campak di lingkungan sekitar.

“Untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika menemukan anak dengan gejala demam, batuk, pilek, dan muncul ruam kemerahan,” tuturnya.

Lalu terakhir, mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga perilaku hidup bersih dan sehat. “Dan untuk sementara anak dapat istirahat di rumah untuk mencegah penularan pada orang lain,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post