SERANG, BANPOS – Pemerintah Kabupaten Serang saat ini tengah mengupayakan bantuan benih bagi para petani yang terdampak bencana banjir baru-baru ini. Meski telah mengajukan usulan dalam jumlah besar, pihak pemerintah daerah menyatakan bahwa bantuan tersebut masih dalam proses pengadaan di tingkat kementerian dan belum pasti kapan disalurkan ke daerah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang, Suhardjo, menjelaskan bahwa dari total 2.763 hektar lahan yang terdampak banjir, terdapat 722 hektar yang telah dinyatakan puso atau gagal panen.
Pemkab Serang, kata dia, telah mengajukan bantuan benih untuk 24.000 hektar lahan baik untuk lahan terdampak banjir maupun lahan pertanian lainnya. Namun, dari usulan pihaknya serahkan, hanya disetujui sebagian oleh pemerintah pusat.
Ia menerangkan, bahwa dari jumlah yang diusulkan, sebanyak 9.000 hektar lahan pertanian tidak mendapatkan alokasi bantuan benih.
“Yang terdampak banjir 2.763 hektar, kita ajukan 24.000 hektar, tapi diakomodir hanya 15.000 hektar. Bantuannya belum turun, lagi proses,” ujarnya, Kamis (19/2)
Suharjo menerangkan, untuk penyaluran benih, nantinya akan digabungkan dengan program reguler, namun tetap mendahulukan area yang terkena bencana. Mengenai waktu pendistribusian, Pemkab mengaku belum bisa memberikan kepastian karena proses pengadaan sepenuhnya berada di tangan kementerian untuk seluruh Indonesia.
Dia memprediksi, distribusi baru akan efektif dilakukan pada bulan Maret mendatang, menyesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat.
“Kemungkinan nanti besok orang-orang sini (Kabupaten Serang, red) habis panen itu suka nahan-nahan ya, nggak langsung tanam. Karena bulan puasa mereka fokus ke ibadah, sehingga nggak segera tanam. Paling di bulan Maret nanti setelah Lebaran akan segera didistribusikan,” terangnya.(*)







Discussion about this post