Perkuat Perlindungan Anak, Bapas Serang Hadiri Sosialisasi Pencegahan Kekerasan dan Paham IRET 

SERANG, BANPOS – Kepala Seksi Bimbingan Klien Anak (Kasi BKA) Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Serang, Agung Septa Nugraha, menghadiri kegiatan “Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Terkait Dengan Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET)”.

Kegiatan sosialisasi ini diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang.

Baca Juga

Acara yang berlangsung pada (11/11), ini bertujuan strategis untuk mencegah kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah sekaligus membentengi generasi muda dari paparan paham berbahaya.

Kegiatan ini dihadiri juga oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kepala DP3AKB Kota Serang, Anthon Gunawan, dan Kepala Unit Idendos Densus 88 Anti-teror yang diwakili oleh Kompol Nur Hilmi Faris (Kanit Idensos Densus 88 At Satgaswil Banten). Peserta sosialisasi merupakan perwakilan dari berbagai sekolah di wilayah Kota Serang.

Dalam penjelasannya, kekerasan terhadap anak didefinisikan sebagai setiap perbuatan yang mengakibatkan penderitaan fisik, seksual, ekonomi, sosial, atau psikis.

Bentuk kekerasan meliputi kekerasan fisik, psikis, seksual, dan penelantaran.

Untuk mencegah hal tersebut, diperlukan pendekatan multisektor yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Upaya pencegahan antara lain menciptakan lingkungan yang aman, memberikan pendidikan tentang hak anak, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta menyediakan layanan dukungan bagi anak dan keluarga.

Pencegahan kekerasan di sekolah meliputi menciptakan lingkungan yang bebas dari bullying dan kekerasan, memberikan pendidikan anti kekerasan, pelatihan guru untuk mengenali tanda-tanda kekerasan, dan melibatkan orang tua dalam upaya pencegahan.

Dalam kesempatannya, Kasi BKA Bapas Serang, Agung Septa Nugraha, menyampaikan bahwa forum ini merupakan langkah penting untuk memperkuat nilai-nilai positif di kalangan siswa.

“Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperluas dan memperkuat pemahaman bahaya dari bullying (perundungan) agar teman-teman siswa memiliki rasa kesetiakawanan, kebersamaan, dan solidaritas dalam hubungan sosial di lingkungan sekolah,” ujar Agung kepada BANPOS pada (11/11).

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran, mengasah keterampilan sosial siswa, dan mendorong terciptanya budaya sekolah yang positif.

Kehadiran Bapas Serang dalam kegiatan ini menegaskan komitmen institusi untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam upaya perlindungan anak. Kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh semangat dari seluruh peserta yang hadir. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post