CILEGON, BANPOS – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Cilegon kini memiliki nakhoda baru setelah sempat mengalami kekosongan pimpinan.
Melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW), Fajri Ali resmi dikukuhkan sebagai Ketua Baznas Kota Cilegon untuk melanjutkan sisa masa jabatan periode 2025–2027.
Pengukuhan tersebut berlangsung di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon, Senin (10/11/2025), dan telah melalui proses musyawarah yang dikoordinasikan dengan Baznas Provinsi Banten serta Baznas Pusat.
Walikota Cilegon, Robinsar, berharap kepengurusan baru Baznas dapat memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Cilegon.
“Kami berharap Baznas Cilegon bisa menyelaraskan dan mensinkronkan program pemerintah dengan program Baznas. Karena Baznas ini mitra kami dalam membantu seluruh program sosial. Kolaborasi ini penting agar target-target penyaluran bisa terwujud,” ujarnya.
Robinsar menyoroti capaian penghimpunan zakat yang masih jauh dari target. Dari target Rp17 miliar tahun ini, realisasi sementara baru mencapai sekitar Rp7,7 miliar.
Ia pun menekankan pentingnya peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat.
“Peningkatan capaian itu butuh kesadaran, tentunya juga sosialisasi. Tidak hanya mengandalkan unsur pemerintahan, harapannya ke depan Baznas bisa lebih mandiri, mengekspansi, dan mengumpulkan dana umat untuk dikembalikan kepada umat juga,” tuturnya.
Terkait wacana pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk optimalisasi zakat, Robinsar menegaskan Pemkot masih melakukan perhitungan dan lebih mengedepankan imbauan kesadaran.
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Cilegon yang baru, Fajri Ali, menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kinerja dan transparansi lembaga.
“Mudah-mudahan Baznas Kota Cilegon lebih baik dari sebelumnya, agar perolehan dana zakat meningkat dan kepercayaan masyarakat kembali tumbuh,” ujarnya.
Fajri menjelaskan, penghimpunan dana zakat saat ini masih didominasi oleh ASN, disusul oleh sejumlah BUMD seperti BPRS Cilegon Mandiri, PDAM, dan PCM, serta kontribusi masyarakat umum.
Ia menargetkan penghimpunan zakat di atas Rp10 miliar pada masa kepemimpinannya.
“Target kita cukup besar, di atas Rp10 miliar. Harapannya dengan dukungan Pak Wali dan Baznas Provinsi, capaian ini bisa terus meningkat,” tandasnya. (*)







Discussion about this post