MALINGPING, BANPOS – Diduga akibat kurang pelayanan medis di RS Malingping, seorang pasien BPJS warga Cipanas Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, meninggal dunia di rumah sakit tersebut.
Sementara pihak manajemen RSUD Malingping masih belum memberikan klarifikasi secara resmi kepada pihak keluarga pasien terkait kejadian itu.
Informasi yang didapat, pasien yang meninggal tersebut bernama Imas (44) warga Kampung Cipanas, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah.
Mendiang Imas datang ke RSUD Malingping untuk dirawat pada 2 November 2025, dan pulang setelah meninggal pada 7 November lalu.
“Waktu kami datang membawa almarhum untuk berobat ke RS Malingping hari Minggu, tapi saat itu tidak dilayani dengan baik. Pasien malah dibiarkan terbaring di luar ruangan,” ungkap kerabat keluarga pasien Imas.
Menurutnya, saat kondisi pasien terus mengalami penurunan, pihak rumah sakit tak kunjung memberikan perhatian yang layak, hingga akhirnya meninggal dunia pada malam Jumat.
“Ketika infusan habis pun, tidak ada petugas yang menggantinya. Sampai akhirnya pada malam Jumat pasien meninggal,” katanya sedih.
Bahkan tak hanya itu, tambah keluarga pasien, saat almarhum sudah meninggal dan mau dibawa pulang oleh keluarga, pihak RS saat itu enggan mengantarkan jenazah menggunakan ambulans.
Hingga akhirnya, keluarga pasien membawa jenazah pulang menggunakan mobil bak terbuka.
“Saat minta diantar pakai ambulans gak dikasih, katanya itu pasien BPJS. Akhirnya jenazah terpaksa diantar pakai mobil Losbak,” terangnya.
Pihak keluarga korban pun mengaku kecewa dan menilai pihak RS Malingping dianggap tidak responsif dalam memberi penanganan.
“Kami berharap Dinas Kesehatan Provinsi Banten bisa bertindak tegas terhadap pihak RSUD Malingping yang tidak melayani pasien dengan baik,” tegasnya geram.
Terpisah, Humas RSUD Malingping, Edi, kepada BANPOS membenarkan ada kejadian itu.
Dan pihaknya mengaku belum bisa memberikan klarifikasi resmi soal itu karena belum ada izin dari manajemen.
“Iya kita sudah tau itu. Namun saya belum bisa ngasih keterangan karena belum dapat izin dari manajemen. Kalau pun nanti harus klarifikasi, kita hanya akan berikan pada beberapa media yang sudah biasa dengan kami aja,” terang Edi.
Saat ditanya soal pihak RS juga tak memberi fasilitas ambulans untuk antar jenazah, Edi menjelaskan bahwa hal itu mengacu pada aturan.
“Dan soal pihak kami belum silaturahmi ke pihak keluarga pasien, soal itu masih sedang kita upayakan. Intinya saya tidak melangkah mendahului manajemen,” ujar Humas RS Malingping. (*)







Discussion about this post