SERANG, BANPOS – Warga Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, menyampaikan keberatan atas unggahan akun media sosial @infoserang yang dinilai menyesatkan dan memutarbalikkan konteks kegiatan masyarakat setempat.
Unggahan tersebut menampilkan potongan video Festival Sangga Nagara yang digelar untuk memperingati Hari Pangan Sedunia.
Dalam video itu, terlihat Bupati Serang menari bersama warga Kampung Rancapanti, Desa Bugel, mengenakan pakaian khas pertanian.
Namun, oleh akun tersebut, video itu justru digabungkan dengan cuplikan aksi unjuk rasa warga di Kecamatan Kramatwatu yang memprotes aktivitas truk besar di jalan raya.
Akibat penggabungan tersebut, warga Padarincang merasa kegiatan mereka diframing secara negatif.
“Jelas nggak pas, itu bukan joget. Itu tarian petani Padarincang, bagian dari festival. Di belakang Bupati ada ribuan warga membawa hasil bumi,” kata Abdul Muiz Sutaji, panitia kegiatan sekaligus warga Kampung Rancapanti, Desa Bugel, Jumat (17/10).
Abdul menjelaskan, masyarakat Padarincang hanya ingin merayakan keberhasilan panen dengan penuh rasa syukur bersama kepala daerah.
“Masa kami nggak boleh bahagia karena panen? Bupati juga nggak boleh ikut senang bersama kami? Kalau di daerah lain ada persoalan, silakan saja, tapi jangan disandingkan dengan acara kami,” ujarnya.
Ia menerangkan, warga kecewa karena unggahan tersebut membuat kerja keras mereka tampak seolah bernilai negatif.
“Kami gotong royong buat acara ini. Anak-anak, sampai nenek-nenek latihan menari, rela nggak tidur seminggu buat persiapan. Tiba-tiba diframing seolah kami melakukan hal yang buruk,” tegasnya. (*)







Discussion about this post