LEBAK, BANPOS – Harga beras kualitas medium di pasar tradisional di Kabupaten Lebak, Banten relatif stabil dan tidak terjadi kenaikan signifikan, karena pasokan bahan pokok yang melimpah.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak Yani di Lebak, Kamis, menyatakan dua bulan terakhir ini kualitas beras medium di daerah itu relatif stabil di tingkat pedagang.
Untuk harga beras medium KW 1 dijual Rp13.500 per kilogram (kg), beras medium KW 2 Rp12.500 per kg dan beras medium KW 3 Rp11.500 per kg.
“Semua beras kualitas medium lokal yang dijual di pasar tradisional itu dipasok dari kelompok tani dan pabrik penggilingan padi di Lebak,” katanya menjelaskan.
Menurut ia, panen padi di wilayah Kabupaten Lebak menyumbangkan persediaan pangan masyarakat.
Saat ini, pasokan bahan pokok melimpah yang membuat pendistribusian beras lokal memenuhi permintaan pedagang.
Mereka pedagang beras di pasar tradisional di Kabupaten Lebak, seperti Pasar Rangkasbitung, Maja, Cipanas, Bayah, Wanasalam, Muncang, Banjarsari, dan Sampay Warunggunung tidak mendatangkan beras dari luar daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Oleh karena itu, harga beras medium di pasaran relatif stabil di tingkat pedagang pengecer.
“Kami meyakini harga beras medium itu relatif stabil hingga akhir tahun 2025, karena panenan diperkirakan berlangsung sampai Desember mendatang,” katanya.
Bambang, pengusaha penggilingan padi di Warunggunung Kabupaten Lebak mengatakan pihaknya kini dapat memenuhi permintaan pedagang pengecer di sejumlah pasar tradisional di daerah ini hingga 30 ton beras per hari.
Pendistribusian beras lokal itu dari hasil panen Juli – Agustus 2025, bahkan pekan ini dipasok gabah kering pungut sekitar 100 ton dari petani selatan Lebak.
“Kami menjual beras medium kualitas bagus itu ke pedagang pengecer Rp12.500 per kg atau di bawah harga pembelian pemerintah Rp13.500 per kg,” katanya.
Sementara itu, Maman, pedagang beras di Pasar Rangkasbitung Kabupaten Lebak menyatakan bahwa saat ini harga relatif stabil dan tidak terjadi kenaikan akibat pendistribusian bahan pokok yng melimpah
Selama ini, omzet penjualan terjadi kenaikan, terlebih permintaan untuk program MBG cukup meningkat.
“Kami sekarang tidak kesulitan untuk mendapatkan pasokan beras, karena persediaan bahan pokok itu melimpah dari hasil panen,” katanya. (*)







Discussion about this post