KH TB Imam Ibrahim Ungkap Sosok Almarhum KH Ahmad Fudholi

SERANG, BANPOS — Wafatnya ulama muda sekaligus dai asal Tangerang, KH Ahmad Fudholi bin KH M. Syamsuddin, meninggalkan duka mendalam bagi kalangan ulama dan masyarakat Banten.

Salah satu ulama Banten, Sidi Tubagus KH Imam Ibrahim al-Bantani, menyebut kepergian KH Ahmad Fudholi sebagai kehilangan besar bagi dunia dakwah dan umat Islam di Banten.

Baca Juga

Ia menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya KH Ahmad Fudholi yang meninggal dunia pada Senin (7/9), setelah sebelumnya mengalami kecelakaan di Tol Tangerang-Merak, Kabupaten Serang.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Al-baqa’u lillah. Telah hilang satu mutiara Banten,” ujar TB KH Imam Ibrahim saat dihubungi BANPOS, Senin (7/9).

Menurutnya, wafatnya seorang ulama bukan sekadar kehilangan sosok individu, tetapi juga menjadi kehilangan bagi umat yang selama ini mendapatkan ilmu, nasihat, dan bimbingan keagamaan.

Ia mengutip ungkapan yang masyhur di kalangan ulama, “mautul ‘alim, mautul ‘alam”, yang menggambarkan betapa besarnya kehilangan ketika seorang alim meninggal dunia.

“Kematian ulama seolah-olah merupakan kehancuran bagi alam semesta. Karena merekalah jalan kita mengenal Allah, yang mewarisi Rasulullah, dan juga menjadi tali penghubung antara kita dengan hakikat agama,” katanya.

TB KH Imam Ibrahim juga mengungkap sosok KH Ahmad Fudholi yang dikenal luas sebagai dai dengan semangat dakwah yang tinggi.

Menurutnya, usia muda tidak menjadi penghalang bagi almarhum untuk mengabdikan waktu dan tenaganya untuk ilmu serta dakwah.

“Beliau adalah sosok yang dikenal luas di masyarakat sebagai dai yang habis waktunya siang malam dengan ilmu dan juga dakwah,” ungkapnya.

Ia menilai semangat KH Ahmad Fudholi dalam menyampaikan kebenaran menjadi salah satu karakter yang begitu melekat pada diri almarhum.

“Usianya yang masih muda digambarkan dengan kobaran semangatnya yang tak pernah padam dalam menyuarakan al-haqq,” ujarnya.

Karena itu, TB KH Imam Ibrahim berharap perjuangan dan pengabdian KH Ahmad Fudholi selama hidupnya dapat menjadi amal jariyah serta diteruskan oleh para santri dan generasi muda.

Ia juga mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan dikumpulkan bersama Rasulullah SAW.

“Semoga Allah terima beliau di sisi-Nya, diberi rahmat yang tidak terbatas, dan dimasukkan dalam jajaran rombongan Rasulullah SAW di surga Firdaus,” tuturnya.

Almarhum sebelumnya mengalami kecelakaan di Tol Tangerang-Merak, tepatnya di kilometer 63+800 B, Kabupaten Serang, pada Jumat (4/9) sekitar pukul 03.00 WIB, setelah menghadiri kegiatan ceramah di wilayah Cikaduen, Kabupaten Pandeglang. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post