SERANG, BANPOS — Perumdam Tirta Madani Kota Serang melakukan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun Anggaran 2026. Perubahan tersebut dilakukan menyusul adanya penurunan proyeksi pendapatan dibandingkan dengan anggaran murni yang telah ditetapkan sebelumnya.
Direktur Perumdam Tirta Madani Kota Serang, M. Arif Setiawan, mengatakan penurunan pendapatan terutama disebabkan realisasi pengembangan sambungan rumah (SR) yang belum sesuai dengan target yang ditetapkan.
“Prinsipnya untuk perubahan RKAP tahun 2026 ini ada penurunan dari rencana anggaran murni tahun 2026. Penurunan pendapatan tersebut disebabkan karena pengembangan sambungan rumah kita tidak sesuai dengan yang ditargetkan,” ujar Arif usai mengikuti rapat pembahasan RKAP Perubahan Perumdam Tirta Madani Kota Serang di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kota Serang, Kamis (20/8).
Menurutnya, sejumlah rencana pemasangan sambungan rumah di kawasan perumahan seperti Mandela Citra, Padma dan Harmoni hingga kini baru akan direalisasikan.
Selain itu, pengembangan jaringan di wilayah Sempu juga terkendala proses perizinan lantaran pemasangan jaringan distribusi utama (JDU) harus melewati jalan nasional.
“Ketika kita memasang pipa-pipa JDU jaringan distribusi utama, itu harus ada perizinan dulu dari kantor Balai BPJN karena kita menggunakan jalan nasional. Prosesnya cukup rumit,” katanya.
Arif menyebut perizinan tersebut baru dapat ditindaklanjuti dan pemasangan jaringan ditargetkan mulai dilakukan pada Agustus 2026. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap pencapaian target pendapatan perusahaan.
“Ketika penetapan pengembangan pendapatan tidak tercapai, ujungnya akhirnya berkurang terhadap pendapatan dan penerimaan di perusahaan kami,” jelasnya.
Untuk tahun 2026, Perumdam Tirta Madani menargetkan penambahan sekitar 1.230 pelanggan baru. Namun, hingga saat ini realisasinya baru mencapai sekitar 300 pelanggan.
Selain persoalan perizinan, Arif mengatakan salah satu tantangan dalam memperluas pelanggan adalah masih tersedianya sumber air tanah yang dinilai baik di sejumlah kawasan perumahan. Kondisi tersebut membuat sebagian pengembang maupun masyarakat belum tertarik menggunakan layanan air perpipaan.
“Kendalanya terkadang perumahan ini tidak bisa dipasang dikarenakan air bersihnya bagus. Air tanahnya bagus sehingga ketika ditawarkan melalui PDAM, dia belum bisa menerima,” ungkapnya.
Meski demikian, Perumdam Tirta Madani masih memiliki potensi pengembangan pelanggan yang cukup besar. Salah satunya berasal dari pemanfaatan kapasitas air yang masih menganggur di Dalung.
Arif menyebut kapasitas idle di Dalung mencapai sekitar 25 liter per detik, tetapi baru terserap sekitar 5 liter per detik. Perumdam berencana mengoptimalkan kapasitas tersebut, termasuk mengalirkannya ke wilayah Sempu.
“Idle di Dalung itu total 25 liter per detik, itu baru terserap 5 liter. Nah, itu baru kita mau suplai ke Sempu sekitar 5 liter dan sisanya ke daerah IPA, TGA, dan BCA di Dalung,” ujarnya.
Di sisi lain, Perumdam Tirta Madani juga menyiapkan pengembangan pelayanan melalui program air baku dari Bendungan Sindangheula. Perusahaan mendapatkan alokasi sekitar 200 liter per detik dari program tersebut.
Namun, pada tahap awal, Perumdam akan memprioritaskan pembangunan off take di wilayah Cipocok dengan kapasitas sekitar 100 liter per detik.
“Untuk saat ini kami akan mendapatkan jatah dari program Sindangheula itu total 200 liter per detik, namun kami akan memprioritaskan pembangunan off take dulu yang ada di Cipocok sebesar 100 liter per detik dari suplai Sindangheula,” kata Arif.
Menurut Arif, pasokan tersebut berpotensi membuka pelayanan ke sejumlah kawasan perumahan yang selama ini belum terjangkau jaringan Perumdam Tirta Madani, seperti Bumi Andalas, Persada dan Griya Sutra.
Selain kawasan permukiman, peluang pengembangan pelanggan juga terbuka seiring rencana pengembangan kawasan industri di wilayah Karangantu dan Walantaka.
Sementara untuk wilayah utara, termasuk Kasemen, Arif memastikan kebutuhan air bersih masyarakat saat ini masih dapat dipenuhi. Perumdam juga berencana melakukan peningkatan kapasitas sistem pengolahan air pada 2027.
“Daerah Kasemen saat ini masih bisa kami penuhi dan insyaallah tahun depan kami akan melakukan up rating untuk perubahan sistem yang ada di IPA Banten, akan ditambah kapasitasnya,” tuturnya.
Ia menambahkan, keberadaan sumber air baku yang andal menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kontinuitas pelayanan. Pasalnya, saat musim kemarau, kualitas air baku di wilayah Banten dapat terganggu akibat intrusi air laut.
“Selama ini air baku yang di Banten itu suka asin ketika kemarau, air laut intrusi masuk ke instalasi kami. Namun apabila ini sudah handal, bendungan karet sudah dipasang, maka air baku kami akan lebih handal dan lebih baik,” jelasnya.
Untuk meningkatkan pendapatan pada 2027, Perumdam Tirta Madani juga berencana menjalin kerja sama bisnis dengan Perumdam Tirta Al-Bantani Kabupaten Serang. Kerja sama tersebut diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan air curah sebelum pasokan air baku dari Sindangheula sepenuhnya tersedia.
“Kami akan sebelum adanya masuk air baku dari Sindangheula, membeli air curah dari Perumdam Tirta Al-Bantani di daerah Ciruas-Ranjeng, perbatasan dengan Walantaka,” katanya.







Discussion about this post