UNPAM Serang Sulap Sampah Daun Kering Jadi Tinta Ramah Lingkungan

SERANG, BANPOS – Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Administrasi Negara menggandeng Komunitas Warisan Bumi Indonesia untuk mengolah sampah daun kering menjadi tinta ramah lingkungan.

Inovasi tersebut sekaligus diperkuat dengan sistem tata kelola digital untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis data di tingkat masyarakat.

Baca Juga

Program bertajuk “Implementasi Kebijakan Circular Economy di Kota Serang melalui Inovasi Tinta dari Sampah Daun Kering Berbasis Digital” itu berhasil memperoleh pendanaan melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dari BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Ketua Tim Pelaksana PKM UNPAM Kampus Serang, Syarkawi, mengatakan pengelolaan sampah perkotaan tidak lagi cukup hanya mengandalkan tempat pemrosesan akhir (TPA).

Menurutnya, diperlukan inovasi yang mampu mengubah sampah menjadi sumber daya yang memiliki nilai guna sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan edukasi bagi masyarakat.

“Kami ingin membuktikan bahwa sampah daun kering tidak harus berakhir dibakar atau menumpuk begitu saja. Lewat pendampingan dan formulasi yang tepat, limbah organik ini diolah menjadi tinta ramah lingkungan yang sekaligus berfungsi sebagai media edukasi,” ujar Syarkawi, Sabtu (15/8).

Dalam program tersebut, Komunitas Warisan Bumi Indonesia yang dipimpin Jhonny Syaputra berperan dalam menjaring relawan serta menghimpun bahan baku berupa daun kering dari permukiman dan ruang terbuka hijau di Kota Serang.

Bahan baku yang terkumpul kemudian diolah melalui tahapan yang disusun dalam standar operasional prosedur (SOP).

Tahapannya meliputi pemilahan dan pengeringan daun, penghalusan bahan dasar, ekstraksi pigmen warna alami, formulasi hingga pengemasan tinta ramah lingkungan.

Diperkuat Sistem Digital

Program ini tidak hanya berfokus pada pengembangan produk.

Tim PKM juga membekali komunitas dengan sistem pencatatan digital menggunakan formulir dan spreadsheet daring.

Sistem tersebut digunakan untuk mencatat volume sampah yang berhasil dikumpulkan, riwayat produksi hingga proses pendampingan secara real-time.

“Digitalisasi ini bukan cuma urusan administrasi, melainkan langkah membangun tata kelola lingkungan yang transparan dan berbasis data akurat di tingkat akar rumput,” kata Syarkawi.

Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam menjawab persoalan pengelolaan sampah di Kota Serang.

Berdasarkan data dalam proposal tim, timbulan sampah di Kota Serang pada 2024 mencapai 225,3 ton per hari. Namun, kapasitas pengelolaan sampah yang berjalan disebut baru sekitar 10,11 persen.

Ditargetkan Jadi Model yang Bisa Direplikasi

Selain menjawab persoalan lingkungan di tingkat lokal, program kolaborasi antara UNPAM dan komunitas tersebut juga dikaitkan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs).

Program ini terutama mendukung SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta SDG 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Melalui penyusunan SOP produksi dan sistem tata kelola digital, tim PKM UNPAM berharap inovasi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan akademis.

Program ini ditargetkan berkembang menjadi model praktik baik (best practice) yang dapat diterapkan oleh kelompok masyarakat lainnya di berbagai wilayah Kota Serang. (CR03)

Berita Terkait

Discussion about this post