Jemput Bola Kesehatan Warga, Program CKG Pemprov Banten Buat Warga Ciledug Sumringah

TANGERANG, BANPOS – Ratusan warga Ciledug, Kota Tangerang, Provinsi Banten penuhi halaman Masjid Baiturrahman, Komplek Pondok Lakah Permai, pada Senin (27/7). Sedikitnya, sekitar 350 warga hadir menyambut Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Pemerintah Provinsi Banten.

Bagi warga setempat, hadirnya program ini seakan menjadi sebuah “angin segar”. Pelayanan kesehatan yang biasanya menuntut waktu dan biaya, kini datang langsung menghampiri permukiman tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Baca Juga

Salah satu warga penerima manfaat CKG, Yanuar mengaku memanfaatkan momentum ini untuk mengecek tekanan darah hingga kondisi matanya sebelum menjalani rontgen medis dalam waktu dekat.

“Kami sangat terbantu. Pengecekan dasar di sini membuat proses rontgen saya nanti jadi jauh lebih cepat. Mudah-mudahan CKG seperti ini bisa rutin digelar sampai tingkat RW,” ujar Yanuar kepada awak media.

Senada dengan Yanuar, Dwi Seno mengatakan bahwa baru kali pertama mencicipi layanan CKG yang dilaksanakan Pemprov Banten. Ia mengaku terkejut dengan lengkapnya fasilitas yang disajikan.

Dwi yang biasanya harus mengantre di rumah sakit, kini bisa mengecek kolesterol, tekanan darah, hingga kadar gula darah cukup dengan berjalan kaki dari rumahnya.

“Biasanya saya langsung ke RS, tapi ternyata lebih nyaman periksa di sini dulu. Layanan seperti ini membuktikan pemerintah benar-benar hadir dan peduli pada kesehatan warganya,” ungkap Dwi.

Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, program strategis yang digagas Pemprov Banten di bawah kepemimpinannya ini merupakan bagian dari akselerasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Tak tanggung-tanggung, layanan CKG disiagakan serentak di 253 puskesmas, seluruh sekolah (SD hingga SMA/sederajat), hingga pengoperasian Telemedicine Mobile yang menjangkau desa-desa terpencil dan komunitas khusus, seperti warga suku Baduy.

Kerja sama lintas sektor ini membuahkan hasil manis. Capaian CKG Provinsi Banten kini bertengger sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia.

“Kota Tangerang menjadi daerah dengan capaian tertinggi di Banten, menyentuh 43 persen dari target nasional sebesar 46 persen,” tegasnya.

Andra Soni mengimbau masyarakat untuk membuang rasa takut atau cemas saat hendak memeriksa kesehatan. Menurutnya, deteksi dini merupakan kunci utama mencegah penyakit fatal di masa depan.

Ia juga menjamin, jika ditemukan indikasi medis yang memerlukan perawatan lanjutan, warga akan langsung dirujuk ke rumah sakit pemerintah secara gratis melalui skema Universal Health Coverage (UHC).

“Bapak dan ibu tidak perlu khawatir kalau belum punya BPJS, semua tetap akan ditangani dengan baik,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, menjelaskan bahwa seluruh organisasi kesehatan dikerahkan setiap hari untuk menyisir berbagai titik populasi, mulai dari kelompok usia produktif hingga lingkungan sekolah.

Langkah masif ini juga mendapat apresiasi penuh dari Walikota Tangerang, Sachrudin. Menurutnya, kolaborasi ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menjawab kebutuhan paling mendasar warga.

“Layanan kesehatan yang dekat, mudah, dan gratis inilah yang memang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini,” tandasnya. (ADV)

Berita Terkait

Discussion about this post