SERANG, BANPOS – Pemkot Serang resmi meluncurkan program Home Care gratis bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan pelayanan kesehatan di rumah.
Program Home Care ini merupakan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Universitas Primagraha (UPG) untuk membantu warga yang mengalami keterbatasan dalam mengakses pelayanan kesehatan secara langsung ke fasilitas kesehatan.
Walikota Serang, Budi Rustandi, mengatakan melalui program tersebut, masyarakat kurang mampu yang membutuhkan pelayanan kesehatan tidak perlu datang langsung ke rumah sakit maupun puskesmas.
Menurutnya, warga cukup menghubungi layanan kesehatan yang disediakan untuk mendapatkan pelayanan dari tim medis di rumah.
“Cukup memanggil, menelpon di RSUD Kota Serang dan Puskesmas. Pelayanannya cukup di rumah, mereka akan datang dari tim Puskesmas dan RSUD,” kata Budi usai mengikuti rangkaian Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kota Serang, Senin (10/8).
Ia menambahkan, pelayanan Home Care tersebut juga mencakup pemberian obat secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Cukup dilayani di sana, diberikan obat gratis,” ujarnya.
Budi mengapresiasi dukungan pihak swasta melalui CSR yang dinilai turut membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk mendukung pembangunan Kota Serang.
“Ini kolaborasi bukan hanya pemerintah dan para swasta, tapi harapan saya ini butuh dukungan moral dan moril dari masyarakat Kota Serang. Tanpa ada dukungan masyarakat ini tidak akan terwujud dengan baik,” katanya.
Lebih lanjut, Budi mengatakan pelayanan kesehatan menjadi salah satu sektor yang menjadi fokus Pemkot Serang selain pembangunan infrastruktur dan pendidikan.
Ia menyebut, Pemkot Serang juga tengah menyiapkan program beasiswa bagi masyarakat kurang mampu yang memiliki keinginan menjadi dokter.
“Tahun depan kita tambah dengan satu kecamatan satu dokter bagi yang tidak mampu dan mempunyai IQ yang pengen ingin jadi dokter,” ungkapnya.
Budi menyebut program tersebut masih dalam tahap persiapan, termasuk penyusunan nota kesepahaman dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).
“Dalam proses MOU, pembuatan draft dengan Fakultas Kedokteran Untirta Kota Serang,” katanya.
Menurut Budi, berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot Serang meningkatkan kualitas pelayanan dasar sekaligus mewujudkan Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten yang semakin maju.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk ikut bergotong royong mendukung pembangunan Kota Serang.
“Menjadikan kota yang maju, pertumbuhan ekonominya baik dan meningkat dan sejahtera ini harus kita sama-sama bergotong royong untuk mewujudkan agar masa depan anak cucu kita cerah dan masa depannya juga jelas,” pungkasnya.
Sementara itu, Pendiri Universitas Primagraha, Haerofiatna, mengatakan program Home Care diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan ringan sehingga tidak harus datang ke rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan medis.
Ia mencontohkan sejumlah keluhan seperti diare akut maupun tifus ringan yang masih memungkinkan untuk ditangani di rumah, selama pasien tidak membutuhkan penanganan medis darurat.
“Kalau orang kaya kan punya dokter pribadi, ya mudah-mudahan orang yang enggak punya juga punya ‘dokter pribadi’ di Kota Serang khususnya,” ujar Haerofiatna.
Menurutnya, layanan Home Care tersebut nantinya akan didukung oleh dokter dari setiap puskesmas yang bertugas secara bergiliran.
Pada tahap awal, pelayanan diperkirakan mengikuti jam kerja, yakni sekitar pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Untuk mengakses layanan tersebut, masyarakat nantinya dapat menghubungi nomor darurat 112 yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang. (*)







Discussion about this post