Harlah PGM Indonesia Jadi Momentum Dorong Penguatan Madrasah

BOGOR, BANPOS – Perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-18 Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia menjadi momentum memperkuat posisi madrasah dalam sistem pendidikan nasional.

Kegiatan yang digelar di Gedung Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Rabu (29/7), juga diharapkan mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada guru dan lembaga pendidikan madrasah.

Baca Juga

Harlah yang dirangkaikan dengan PGM Indonesia Award 2026 itu dihadiri delegasi dari 30 Pengurus Wilayah (PW) dan sekitar 150 Pengurus Daerah (PD) PGM Indonesia.

Sejumlah pejabat pemerintah pusat, anggota DPR RI, hingga jajaran Kementerian Agama turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Forum nasional itu menjadi ajang konsolidasi guru madrasah untuk membahas berbagai isu strategis, mulai dari peningkatan kompetensi guru, transformasi digital madrasah, penguatan tata kelola kelembagaan, hingga peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.

Ketua Bidang Advokasi dan Hukum PW PGM Indonesia Provinsi Banten, Malik Fatoni, menilai kehadiran para pejabat negara menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pengembangan pendidikan madrasah semakin menguat.

“Harlah ke-18 PGM Indonesia bukan sekadar perayaan usia organisasi, tetapi momentum konsolidasi nasional sekaligus penegasan bahwa madrasah memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi bangsa yang berkarakter, religius, moderat, dan berdaya saing,” ujarnya.

Menurut Malik, PGM Indonesia harus tetap menjaga independensinya sebagai organisasi profesi dengan menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan.

Ia berharap dukungan yang ditunjukkan pemerintah tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui kebijakan yang berdampak langsung terhadap kemajuan madrasah.

“Kami berharap dukungan ini diwujudkan dalam kebijakan konkret, seperti peningkatan mutu madrasah, penguatan kompetensi guru, pemerataan akses pendidikan, perlindungan profesi, serta peningkatan kesejahteraan guru madrasah. Kesetaraan pendidikan harus menjadi komitmen bersama,” tegasnya.

Selain menjadi ajang konsolidasi, kegiatan tersebut juga diisi dengan penganugerahan PGM Indonesia Award 2026 kepada sejumlah tokoh, kepala daerah, akademisi, birokrat, dan insan pendidikan yang dinilai berkontribusi dalam memajukan pendidikan madrasah.

Melalui peringatan Harlah ke-18, PGM Indonesia berharap sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, dan masyarakat semakin kuat sehingga madrasah mampu menjawab tantangan pendidikan di era transformasi digital sekaligus mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post