Program Serang Mengaji Akan Menyasar ASN di Lingkungan Pemkot

SERANG, BANPOS – Program Serang Mengaji yang sebelumnya menyasar peserta didik di Kota Serang dinilai mulai menunjukkan hasil positif. Keberhasilan program tersebut mendorong Pemkot Serang untuk memperluas sasaran program dengan menyasar aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Serang.

Ketua Satgas Serang Mengaji Kota Serang, Enting Abdul Karim, mengungkapkan bahwa perluasan sasaran tersebut merupakan bagian dari rencana jangka panjang Walikota Serang Budi Rustandi dalam membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an di berbagai lingkungan, termasuk di kalangan ASN.

Baca Juga

Enting mengatakan, rencana menjadikan ASN sebagai sasaran program Serang Mengaji muncul setelah adanya perubahan struktur kepengurusan Satgas Serang Mengaji.

Dalam perubahan Surat Keputusan (SK) tersebut, Walikota Serang memasukkan Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al Madani, Kiai Mukhtar Saleh, serta unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke dalam kepengurusan satgas.

“Soal usulan tadi ASN itu, saya juga tidak tahu, tiba-tahu Pak Wali memunculkan perubahan SK Serang Mengaji. Beliau memasukkan Ketua DKM Masjid Madani sebagai pengurus Satgas juga, Pak Kiai Mukhtar Saleh. MUI juga dimasukkan,” kata Enting usai menghadiri kegiatan pembukaan serang mengaji di SMPN 9 Kota Serang, Rabu (15/7).

Menurut Enting, masuknya unsur pengurus masjid dan MUI dalam Satgas Serang Mengaji menjadi langkah strategis untuk memperkuat pelaksanaan program.

Sebab, masjid nantinya akan menjadi salah satu pusat kegiatan pembinaan keagamaan, termasuk bagi ASN yang ingin meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.

Ia menjelaskan, Walikota Serang memiliki target yang lebih luas agar budaya mengaji tidak hanya tumbuh di kalangan pelajar, tapi juga menjadi kebiasaan di lingkungan birokrasi pemerintahan.

“Karena ternyata beliau punya target panjang. Bagaimana ASN di Kota Serang itu juga bisa mengaji. Nanti kita pusatkan di Masjid Madani,” ujarnya.

Enting menambahkan, langkah awal penerapan program mengaji bagi ASN sebenarnya sudah mulai dilakukan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Serang.

Kegiatan tersebut menjadi contoh awal sebelum program diperluas ke perangkat daerah lainnya.

“Kemarin sudah mengawali di BKPSDM,” katanya.

Ia menjelaskan, program tersebut bukan berarti menilai seluruh ASN Kota Serang belum mampu membaca Al-Qur’an. Menurutnya, sebagian besar ASN yang sudah terbiasa mengaji tentu memiliki kemampuan yang baik, namun masih terdapat sebagian lainnya yang perlu mendapat pendampingan agar lebih lancar.

“Bukan begitu. Yang sudah ngaji mah sudah lancar. Bahkan ada juga yang muslim tetapi belum lancar mengaji. Jadi bagaimana membiasakan sebetulnya,” jelas Enting.

Menurutnya, tujuan utama program tersebut adalah bisa menciptakan kebiasaan positif sebelum ASN memulai aktivitas kerja.

Enting menyebut, kebiasaan membaca Al-Qur’an dan melaksanakan salat duha sebelum bekerja diharapkan mampu membentuk karakter ASN yang lebih religius dan berintegritas.

“Bagaimana membiasakan. Sebelum kerja ngaji, salat duha. Penginnya itu. Jadi ASN Kota Serang terutama yang di Pemkot datang ke masjid dulu, ngaji Al-Qur’an, entah dua ayat, tiga ayat, salat duha baru masuk ruangan. Itu kan bagus,” ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Serang Budi Rustandi membenarkan adanya rencana perluasan program Serang Mengaji kepada ASN.

Budi mengatakan, rencana tersebut akan dibahas lebih lanjut agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik.

“itu betul. Nanti akan dibicarakan dengan saya. Ini kan baru rencana,” kata Budi.

Budi menjelaskan, Masjid Al Madani akan menjadi salah satu pusat kegiatan tersebut. Hal itu karena Ketua DKM Masjid Al Madani telah dimasukkan dalam kepengurusan Satgas Serang Mengaji, sehingga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pengurus masjid, dan unsur keagamaan.

“Nanti kita akan melakukan itu di Masjid Al Madani. Kebetulan Ketua DKM-nya juga masuk ke dalam Satgas Mengaji,” ujarnya.

Menurut Budi, pelibatan Ketua DKM Masjid Al Madani dalam satgas memang dirancang untuk mendukung pengembangan program, termasuk dalam membangun budaya mengaji di kalangan ASN Kota Serang.

“Itu sengaja saya masukkan dalam rangka untuk berkolaborasi untuk ASN-nya,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post