BPBD Kota Serang Gencarkan Mitigasi Bencana di Sekolah

SERANG, BANPOS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang memperkuat upaya mitigasi bencana dengan menyasar kalangan pelajar melalui kegiatan sosialisasi dan simulasi kebencanaan di sejumlah sekolah.

Salah satu kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 17 Kota Serang bertepatan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru.

Baca Juga

Kabid Pencegahan Kebencanaan BPBD Kota Serang, Muchlisin, mengatakan bahwa tujuan utama kegiatan tersebut adalah membentuk kemampuan dasar siswa agar mampu menyelamatkan diri secara mandiri ketika bencana terjadi sebelum bantuan datang.

“Kami mengajarkan tentang bagaimana anak-anak ini bisa menolong dirinya sendiri bila terjadi gempa atau bencana lainnya. Jadi, mereka sudah tahu harus berbuat apa dan melakukan apa,” ujarnya, Rabu (15/7).

Menurut Muchlisin, materi yang diberikan tentunya berupa teori mengenai jenis-jenis bencana, selain itu juga, disertai praktik sederhana yang mudah dipahami oleh para siswa.

Dengan begitu, ketika terjadi kondisi darurat, para pelajar tidak mudah panik karena telah mengetahui langkah-langkah penyelamatan diri, seperti melindungi kepala saat gempa, mencari titik kumpul, hingga mengikuti arahan petugas.

Selain mengajarkan teknik penyelamatan diri, BPBD juga memberikan pelatihan dasar mengenai cara melakukan evakuasi korban secara aman apabila menemukan orang yang mengalami cedera ringan saat bencana.

“Teknik evakuasi korban, mulai dari cara mengangkat, menggotong, hingga memindahkan korban ke area yang lebih aman,” katanya.

Dalam sesi praktik tersebut, para siswa diperkenalkan dengan berbagai teknik evakuasi sederhana yang dapat dilakukan tanpa peralatan khusus.

Mereka diajarkan cara membantu korban dengan tetap memperhatikan keselamatan diri sendiri, mulai dari teknik menopang tubuh korban, mengangkat dengan benar agar tidak memperparah cedera, hingga memindahkan korban menuju lokasi yang lebih aman sambil menunggu bantuan dari petugas.

Petugas BPBD dalam kegiatan tersebut turut memaparkan sejumlah potensi bencana yang kerap terjadi di Kota Serang, seperti banjir akibat curah hujan tinggi, gempa bumi, tanah longsor di wilayah tertentu, kekeringan saat musim kemarau, hingga angin puting beliung yang sering mengakibatkan pohon tumbang maupun kerusakan rumah warga.

Muchlisin menambahkan, pemilihan waktu pelaksanaan saat MPLS bukan tanpa alasan. Menurutnya, momen tersebut menjadi kesempatan yang efektif untuk menanamkan budaya kesiapsiagaan kepada peserta didik sejak awal mereka memasuki lingkungan sekolah.

“Momen MPLS kali ini dimanfaatkan secara khusus untuk menjangkau para pelajar yang baru memasuki jenjang sekolah baru,” tambahnya.

Harapannya, pengetahuan tersebut akan terus melekat dan menjadi kebiasaan selama mereka menjalani proses belajar di sekolah.

Untuk memperluas jangkauan edukasi, BPBD Kota Serang menerapkan sistem roadshow dengan membagi personel ke sejumlah sekolah secara bersamaan sehingga lebih banyak pelajar yang dapat memperoleh pembekalan mitigasi bencana dalam waktu yang sama.

“Hari ini sasarannya adalah anak-anak sekolah yang baru masuk ajaran baru (MPLS). Kami melakukan roadshow, ada tim di SMPN 17, ada di SMPN 4, dan ada juga tim-tim lain yang tersebar di sekolah-sekolah lainnya di Kota Serang,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post