Ngadu ke Walikota, Ibu Asal Serang Minta Dua Anaknya Segera Dipulangkan

SERANG, BANPOS – Harapan untuk kembali berkumpul bersama keluarga mendorong Salihah, warga Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, mendatangi Walikota Serang Budi Rustandi. Ia meminta bantuan pemerintah untuk memulangkan dua anaknya, Ridwan dan Fathul Adzim, yang hingga kini masih bekerja di sebuah perkebunan kelapa sawit di Kalimantan.

Salihah mengaku kedua anaknya sebenarnya sudah ingin kembali ke kampung halaman. Namun, keinginan tersebut belum dapat terwujud lantaran terdapat sejumlah kendala yang membuat keduanya masih tertahan di tempat kerja.

Baca Juga

Menurut Salihah, kedua anaknya yang merupakan kakak beradik tersebut awalnya berangkat bekerja di perkebunan sawit setelah mendapat ajakan dari seseorang asal Cilegon. Mereka berharap pekerjaan tersebut dapat memberikan penghasilan yang lebih baik untuk membantu kebutuhan keluarga.

Namun, dalam perjalanan waktu, kondisi yang dialami keduanya justru semakin sulit. Dalam kurun waktu satu hingga dua bulan terakhir, Ridwan dan Fathul Adzim mulai sering menghubungi keluarga untuk meminta bantuan uang.

“Sudah sekitar satu sampai dua bulan kedua anak saya belum bisa pulang. Mereka sering minta dikirim uang. Gajinya juga tidak seberapa,” kata Salihah, Senin (13/7).

Salihah menjelaskan, permintaan uang tersebut membuat dirinya merasa khawatir karena seharusnya anak-anaknya mendapatkan penghasilan dari pekerjaan yang dijalani. Namun, kenyataannya, mereka justru harus meminta tambahan biaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ia juga mengungkapkan, upaya kedua anaknya untuk pulang tidak berjalan mudah. Ketika keduanya menyampaikan keinginan untuk kembali ke rumah, mereka disebut tidak mendapatkan izin dan justru dipindahkan ke perusahaan lain.

“Minta pulang nggak bisa, malah pindah lagi. Pindah lagi itu dibayar sama PT lain, akhirnya kan punya hutang,” ujarnya.

Menurut Salihah, perpindahan tersebut kemudian menjadi persoalan baru karena biaya yang muncul dalam proses perpindahan justru menjadi beban bagi kedua anaknya. Kondisi itu membuat mereka memiliki tanggungan utang yang semakin mempersulit langkah untuk kembali ke Serang.

Tidak hanya persoalan administrasi dan biaya, Salihah menyebut kondisi kehidupan kedua anaknya selama bekerja di Kalimantan juga cukup memprihatinkan. Ia mengatakan, beberapa kali kedua anaknya meminta uang untuk memenuhi kebutuhan dasar.

“Mereka kadang minta dikirim Rp50 ribu. Pernah juga cerita sampai dua hari tidak makan. Saya kasihan,” tuturnya.

Cerita tersebut membuat Salihah semakin khawatir terhadap kondisi kedua anaknya. Sebagai orang tua, ia berharap ada pihak yang dapat membantu memastikan keselamatan serta kepulangan Ridwan dan Fathul Adzim.

Karena tidak mengetahui harus meminta bantuan kepada siapa, Salihah akhirnya memilih menyampaikan langsung persoalan tersebut kepada Walikota Serang.

Salihah berharap pemerintah daerah dapat turun tangan membantu menyelesaikan persoalan yang dialami keluarganya.

“Harapan saya, mudah-mudahan kedua anak saya bisa pulang dengan selamat,” ucapnya.

Menanggapi laporan tersebut, Walikota Serang Budi Rustandi menyatakan siap membantu proses pemulangan kedua warga Kota Serang tersebut.

Budi mengatakan, pemerintah daerah akan segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan langkah yang harus dilakukan agar Ridwan dan Fathul Adzim dapat kembali ke daerah asalnya.

“Nanti saya akan langsung menghubungi pihak terkait. Kalau memang membutuhkan biaya untuk kepulangan, nanti saya yang akan menanggung semuanya,” katanya.

Budi menegaskan, persoalan biaya tidak boleh menjadi penghalang bagi kedua pekerja tersebut untuk kembali kepada keluarga. Karena itu, apabila dalam proses pemulangan membutuhkan dukungan dana, dirinya menyatakan siap membantu.

Selain membantu proses kepulangan, Budi juga menyatakan akan ikut menyelesaikan persoalan utang yang disebut menjadi salah satu kendala kedua pekerja tersebut.

“Kalau memang masih ada utang di sana, nanti akan kita selesaikan. Informasinya sekitar Rp4 juta untuk dua orang,” ujarnya. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post