SERANG, BANPOS – Sekolah Khusus (SKh) Elok Asri Kota Serang menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang menggelar sosialisasi pencegahan perundungan (bullying) yang dirangkaikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi peserta didik dan guru, Selasa (14/7).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 itu diikuti 48 peserta didik bersama seluruh tenaga pendidik.
Dinkes Kota Serang menghadirkan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Tata sebagai narasumber, sementara pemeriksaan kesehatan dilakukan tim UPT Puskesmas Kasemen yang dipimpin dr Farid Rianto Bani Adam.
Kepala SKh Elok Asri, Amellia Padlin mengatakan, MPLS tidak hanya menjadi sarana mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, tetapi juga momentum menanamkan nilai-nilai karakter, termasuk membangun budaya saling menghargai dan mencegah perundungan.
“Kami ingin seluruh peserta didik merasa aman, nyaman, dan diterima di lingkungan sekolah. Karena itu, melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas Kasemen, kami berharap peserta didik semakin peduli terhadap kesehatan fisik maupun kesehatan mentalnya,” ujarnya.
Selain mendapatkan materi mengenai kesehatan mental dan pencegahan bullying, peserta juga menjalani pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, pemeriksaan gigi, telinga, mata, kadar gula darah, skrining hemoglobin (Hb), hingga penilaian status gizi.
Perwakilan UPT Puskesmas Kasemen, dr Farid Rianto Bani Adam, menjelaskan pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari Program Cek Kesehatan Gratis yang dicanangkan pemerintah sebagai upaya deteksi dini terhadap kondisi kesehatan masyarakat.
“Melalui pemeriksaan ini, kondisi kesehatan peserta didik dapat diketahui sejak awal sehingga apabila ditemukan faktor risiko dapat segera dilakukan tindak lanjut,” katanya.
Sementara itu, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Serang, Tata menegaskan bahwa perundungan bukan sekadar candaan karena dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental anak.
“Perundungan dapat menurunkan rasa percaya diri hingga mengganggu proses belajar peserta didik. Karena itu, seluruh warga sekolah memiliki tanggung jawab menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, SKh Elok Asri berharap dapat membangun lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan bebas dari perundungan, sekaligus meningkatkan kesadaran peserta didik akan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental. (*)







Discussion about this post