Ketua Presidium FSPP Kota Serang Klaim Program Serang Mengaji Berdampak Positif

SERANG, BANPOS – Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Serang menyatakan dukungan penuh terhadap program Pemerintah Kota (Pemkot) Serang yakni Serang Mengaji.

Program tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, tidak hanya bagi anak-anak tetapi juga masyarakat umum.

Baca Juga

Ketua Presidium FSPP Kota Serang, Saepul Umam mengatakan, pihaknya siap mengawal keberlangsungan program Serang Mengaji agar dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Serang.

Menurutnya, program Serang Mengaji secara tidak langsung juga mendorong para orang tua untuk kembali belajar membaca Al-Qur’an. Terutama bagi masyarakat usia lanjut yang sebelumnya belum memiliki kemampuan mengaji.

“Jadi usia-usia di atas 50 tahun yang saat ini banyak belum bisa ngaji, dampak dari Serang Mengaji ini anak-anak yaitu orang tuanya juga mau enggak mau kudu bisa ngaji. FSPP insyaallah tetap mengawal sehingga sampai sukses kegiatan Serang Mengaji ini,” katanya, Rabu (8/7).

Saepul menilai, keberadaan program tersebut sudah mulai menunjukkan hasil, khususnya di lingkungan sekolah negeri. Berdasarkan pendataan yang dilakukan, jumlah anak yang belum bisa mengaji mengalami penurunan.

“FSPP melihat program Serang Mengaji ini betul-betul terasa ya sampai anak-anak, terutama di tingkat sekolah yang belum bisa mengaji. Dengan adanya program Serang Mengaji ini anak-anak sekarang sudah ada peningkatannya,” ungkapnya.

Ia menyebut, berdasarkan data yang ada, saat ini hanya sekitar 15 persen anak di Kota Serang, khususnya di sekolah-sekolah negeri, yang masih perlu mendapatkan pendampingan dalam mengenal dan membaca Al-Qur’an.

“Yang tadinya di data itu sekarang tinggal 15 persen lah di Kota Serang anak-anak terutama di sekolah-sekolah negeri sudah bisa mengaji atau sudah mengenal Al-Qur’an,” jelasnya.

Menurut Saepul, tanpa adanya program Serang Mengaji, angka anak yang belum mampu membaca Al-Qur’an kemungkinan akan lebih tinggi.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung program tersebut.

“Kalau tidak ada program ini ya mungkin persentase yang belum bisa ngaji lebih banyak. Jadi implementasinya sudah bagus, sekarang program tinggal sama-sama masyarakat Kota Serang mendukung program Serang Mengaji ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Saepul menjelaskan bentuk dukungan FSPP dilakukan melalui keterlibatan langsung dalam Satgas Serang Mengaji. Mayoritas anggota satgas tersebut berasal dari unsur FSPP yang turun langsung ke sekolah-sekolah.

“Memang Satgas Serang Mengaji ini kebanyakan dari FSPP. Jadi FSPP turun ke sekolah-sekolah melalui Satgas, karena Satgas itu pengurus FSPP juga mayoritas,” tuturnya.

Selain itu, FSPP juga membentuk dan memperkuat relawan Serang Mengaji yang bertugas mendampingi para siswa. Relawan tersebut nantinya melakukan pemetaan kemampuan siswa sebelum diberikan pembinaan.

Saepul juga menjelaskan, FSPP saat ini tengah melakukan seleksi terhadap santri maupun siswa baru yang akan mendapatkan pendampingan.

Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui kemampuan masing-masing siswa dalam membaca Al-Qur’an.

“FSPP menyeleksi santri atau siswa baru, relawan-relawan yang turun ke sekolah untuk mengkategorikan bagi yang belum bisa ngaji, yang sudah ngaji dan lain-lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, metode pembinaan nantinya akan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa.

Sebab, siswa yang sudah lancar membaca Al-Qur’an tentu membutuhkan pendekatan berbeda dengan siswa yang masih belajar dari tahap dasar.

“Yang sudah bisa ngaji penanganannya berbeda, yang belum bisa ngaji nanti penanganannya berbeda juga. Tidak mungkin disamakan yang sudah lancar ngaji dan baru Iqra ngajinya. Jadi melalui relawan-relawan ini kita terjunkan,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post