Fakultas Kedokteran UI Resmi Teken Komitmen Imunisasi Dengan Pemkot

SERANG, BANPOS – Pemkot Serang bersama peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menandatangani komitmen bersama untuk memperkuat penanganan dan meningkatkan cakupan imunisasi di Kota Serang, hal itu disebabkan karena kota Serang masih dibawah ketentuan nasional yang harus menduduki presentasi 80 persen.

Komitmen tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam mengejar target imunisasi sekaligus menekan angka penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

Baca Juga

Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang, Yudi Suryadi, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, hasil rekomendasi dari penelitian FKUI itu akan dijadikan pembahasan dan akan ditindaklanjuti kepada Walikota Serang agar dapat segera diterapkan.

“Ini salah satu upaya untuk mendorong Kota Serang mencapai target imunisasi yang telah ditentukan. Insyaallah hasil rekomendasi ini akan kami tindak lanjuti dan kami laporkan kepada Pak Wali agar bisa dilaksanakan di Kota Serang,” ujarnya, Selasa (7/7).

Yudi menilai seluruh rekomendasi yang dihasilkan realistis untuk diterapkan. Menurutnya, keberhasilan program tersebut bergantung pada komitmen seluruh pemangku kepentingan.

“Kalau saya lihat, rekomendasi hasil pembahasan selama satu setengah hari ini bisa dilaksanakan di Kota Serang. Tinggal mau tidak kita bekerja bersama seluruh stakeholder yang ada,” katanya.

Ia menambahkan, komitmen tersebut akan diperkuat dengan melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga kader kesehatan melalui pertemuan yang dipimpin langsung oleh Walikota Serang.

Yudi juga menyampaikan bahwa imunisasi merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan stunting. Karena itu, edukasi kepada orang tua, khususnya para ayah, harus terus diperkuat.

“Ke depan akan kita sosialisasikan gerakan ayah mengantar anak untuk imunisasi. Selama ini sering kali ibu sudah siap membawa anak ke posyandu, tetapi masih menunggu persetujuan ayah. Karena itu keterlibatan ayah sangat penting,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang Ahmad Hasanuddin juga menyampaikan apresiasi kepada tim peneliti FKUI dan seluruh pihak yang telah menyusun berbagai rekomendasi peningkatan cakupan imunisasi.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada IMERI dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia serta seluruh pihak yang terlibat. Rekomendasi yang dihasilkan sangat baik untuk meningkatkan capaian imunisasi di Kota Serang sesuai target yang diharapkan,” katanya.

Salah satu rekomendasi yang dinilai strategis ialah Gerakan Ayah Mengantar Anak Imunisasi serta usulan menjadikan status imunisasi lengkap sebagai salah satu persyaratan masuk sekolah.

“Kalau persyaratan masuk sekolah adalah imunisasi lengkap, tentu orang tua akan lebih terdorong untuk melengkapi imunisasi anaknya. Manfaatnya bukan untuk pemerintah, tetapi untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” ujarnya.

Hasanuddin mencontohkan penyakit seperti tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi persoalan kesehatan di Indonesia. Menurutnya, cakupan imunisasi yang tinggi dapat membantu menekan penyebaran penyakit tersebut.

Ia mengakui masih terdapat tantangan di lapangan, terutama masih adanya penolakan dari sebagian orang tua terhadap imunisasi.

“Kadang ibunya sudah mau membawa anak ke posyandu, tetapi ayahnya melarang karena menganggap imunisasi menyakitkan. Padahal manfaat imunisasi jauh lebih besar untuk melindungi anak,” tuturnya.

Ia menjelaskan, layanan imunisasi di Kota Serang tersedia di seluruh posyandu maupun puskesmas sehingga masyarakat dapat mengaksesnya dengan mudah.

Di sisi lain, peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ahmad Fuady, mengatakan penandatanganan komitmen itu dilakukan sebagai bentuk pengingat bahwa seluruh pihak telah menyatakan kesediaannya untuk bersama-sama meningkatkan cakupan imunisasi.

“Tujuannya agar ada bukti tertulis bahwa kita semua sudah berkomitmen. Jadi kalau nanti ada yang lupa, komitmen ini bisa kita tunjukkan sebagai pengingat bahwa kita sudah sepakat meningkatkan cakupan imunisasi bersama-sama,” jelasnya.

Fuady menerangkan, Kota Serang dipilih sebagai salah satu lokasi penelitian bersama daerah di Aceh dan Maluku karena mewakili wilayah Indonesia bagian barat, Jawa, dan timur.

“Kami melihat Aceh, Banten, dan Maluku mewakili tiga wilayah di Indonesia. Serang dipilih karena lokasinya dekat dengan ibu kota, tetapi cakupan imunisasinya ternyata masih belum sesuai dengan target yang diharapkan. Itu yang menjadi perhatian kami,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post