SERANG, BANPOS – Walikota Serang Budi Rustandi menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kemajuan Kota Serang. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Serang Walk for Peace (Pindapata) dalam rangka peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE/2026.
Kegiatan tersebut diikuti umat Buddha, tokoh lintas agama, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat. Suasana penuh kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan itu menjadi simbol komitmen bersama untuk terus menjaga toleransi dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
Dalam sambutannya, Budi menyampaikan bahwa Kota Serang merupakan rumah bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, maupun golongan.
Karena itu, setiap warga memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga persatuan dan menciptakan lingkungan yang aman serta damai.
“Kota Serang adalah rumah bersama bagi seluruh warganya tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan,” ujar Budi, Minggu (5/7).
Menurutnya, kerukunan bukan hanya menjadi nilai sosial, tapi juga menjadi syarat penting bagi keberhasilan pembangunan daerah.
Budi menilai, iklim yang damai akan memberikan rasa aman sehingga mampu mendorong masuknya investasi dan mempercepat kemajuan Kota Serang.
“Kemajuan Kota Serang tidak mungkin terwujud tanpa adanya kerukunan. Kerukunan menjadi prioritas utama dalam membangun sebuah kota. Tidak mungkin investasi masuk tanpa adanya kerukunan, dan tidak mungkin sebuah kota dapat maju tanpa terciptanya kedamaian,” katanya.
Budi juga mengutip pesan yang disampaikan perwakilan Kementerian Agama mengenai kesetaraan seluruh warga negara. Ia menekankan bahwa tidak ada perbedaan kedudukan antara kelompok mayoritas maupun minoritas di hadapan hukum.
“Meskipun umat Buddha merupakan kelompok minoritas, dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tidak ada istilah mayoritas maupun minoritas. Di mata hukum, seluruh warga negara memiliki kedudukan yang sama,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang, KH Matin Syarkowi, mengapresiasi penyelenggaraan Serang Walk for Peace sebagai wujud nyata keharmonisan kehidupan beragama di Kota Serang.
Ia mengatakan, menjaga kerukunan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah ataupun tokoh agama.
Menurutnya, sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan menjadi modal penting untuk menjaga kondusivitas daerah.
“Kerukunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau tokoh agama, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat. Melalui sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan memperkuat komunikasi, kita dapat menjaga Kota Serang tetap damai, harmonis, dan kondusif,” ujar Matin. (*)







Discussion about this post