JAKARTA, BANPOS – Lima tahun sejak pembentukan Holding Ultra Mikro (UMi) yang mengintegrasikan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), jutaan nasabah PNM Mekaar disebut berhasil meningkatkan kapasitas usaha dan kemampuan finansialnya.
Holding UMi yang dibentuk pada 2021 itu bertujuan memperluas akses pembiayaan dan layanan keuangan bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha ultra mikro. Melalui integrasi tersebut, nasabah tidak hanya memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah, tetapi juga pendampingan usaha dan layanan keuangan yang lebih beragam.
Selama lima tahun terakhir, ekosistem yang terintegrasi memungkinkan nasabah mendapatkan proses pengajuan pembiayaan yang lebih sederhana, akses layanan keuangan yang lebih luas, hingga pilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan usaha mereka.
Selain pembiayaan, nasabah juga mendapatkan berbagai program pemberdayaan, mulai dari literasi keuangan, pembiasaan menabung, akses tabungan emas, asuransi mikro, hingga perluasan pemasaran melalui platform digital.
Dampak dari program tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah nasabah yang dinilai siap naik kelas. Data PNM mencatat jumlah nasabah Mekaar yang naik kelas meningkat dari 329.532 orang pada 2022 menjadi 2.579.407 orang pada 2025.
Tak hanya itu, jumlah nasabah Mekaar yang menjadi Agen BRILink juga mengalami pertumbuhan. Pada 2022 tercatat sebanyak 69.016 nasabah menjadi Agen BRILink, sedangkan pada 2025 jumlahnya meningkat menjadi 186.477 orang.
Direktur Keuangan PNM, Sahat Pangaribuan, mengatakan integrasi dalam Holding Ultra Mikro memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh nasabah.
“Integrasi ini membuat layanan menjadi lebih mudah diakses dan lebih lengkap, sehingga nasabah tidak hanya mendapatkan pembiayaan, tetapi juga pendampingan dan peluang untuk berkembang,” kata Sahat dalam keterangannya, Kamis (25/6).
Menurutnya, peningkatan jumlah nasabah yang naik kelas menunjukkan bahwa para pelaku usaha ultra mikro semakin siap mengembangkan usahanya dan lebih mandiri dalam mengelola keuangan.
“Kami melihat nasabah semakin siap naik kelas, lebih mandiri secara finansial, dan memiliki peluang yang lebih besar untuk mengembangkan usahanya ke tahap berikutnya,” ujarnya.
PNM menilai Holding Ultra Mikro tidak hanya memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat, tetapi juga mendorong tumbuhnya pelaku usaha ultra mikro yang lebih produktif dan berdaya saing melalui ekosistem layanan yang saling terintegrasi. (*)







Discussion about this post