Guru dan Orang Tua SIP Pamulang Adukan Dugaan Intimidasi ke Wahidin Halim

TANGERANG, BANPOS – Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta selaku pengelola TK dan SD Sekolah Islam Pembangunan (SIP) menggelar kegiatan Dialog dan Dengar Aspirasi bersama anggota DPR RI Komisi VIII, Wahidin Halim, di Pamulang, Selasa (16/6).

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah tersebut dihadiri sekitar 250 peserta yang terdiri atas guru, orang tua siswa SIP, serta guru TK Ketilang Ciputat Timur.

Baca Juga

Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta, Ilham Aufa, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa bersama dalam menyambut Tahun Baru Islam.

“Acara itu digelar dengan menghadirkan Bapak Wahidin Halim sebagai anggota DPR RI Komisi 8 untuk mendengarkan aspirasi terkait peristiwa penggerudukan pihak UIN Jakarta ke SIP Pamulang tanggal 4 Juni lalu,” ujarnya, Rabu (17/6).

Dalam dialog tersebut, sejumlah orang tua siswa menyampaikan keluhan dan kekhawatiran mereka pasca-insiden yang terjadi beberapa waktu lalu.

Salah seorang wali murid SDIP, Johan Aristya Lesmana, meminta perhatian khusus dari Wahidin Halim agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

“Anak-anak kami trauma, bahkan esok harinya meminta untuk tidak masuk sekolah sebab ketakutan,” tuturnya.

Johan juga meminta anggota DPR RI tersebut untuk mengingatkan pihak-pihak terkait agar menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Meminta Pak Wahidin selaku wakil rakyat untuk menegur langsung pihak-pihak yang masuk di wilayah mitra kerja Komisi 8 agar menghormati proses hukum,” katanya.

Aspirasi serupa turut disampaikan oleh salah seorang guru SDIP yang berharap aktivitas pendidikan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman tanpa gangguan dari pihak mana pun.

Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan, Wahidin Halim merespon bahwa dunia pendidikan tidak boleh menjadi objek gangguan, terlebih keberadaan sekolah yang dikelola masyarakat telah banyak membantu pemerintah dalam menyediakan layanan pendidikan.

“Saya akan bersama-sama pihak sekolah dan orang tua untuk mengawal persoalan ini. Mari kita berjuang bersama. Saya akan menyampaikan ini ke Kementerian Agama dalam rapat di DPR besok saat ada rapat koordinasi,” tegas Wahidin Halim.

Pada kesempatan tersebut, Wahidin juga mengajak seluruh peserta yang hadir untuk berdoa bersama memanfaatkan momentum Tahun Baru Hijriah.

Ia memimpin pembacaan doa “Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man nashir” sebanyak tiga kali sebagai bentuk ikhtiar dan harapan agar perjuangan yang dilakukan mendapatkan kemudahan serta hasil terbaik. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post