Warga Perumahan Safira Kompak Syiar Islam Lewat Pawai Obor

SERANG, BANPOS – Ratusan warga RT 04 RW 06 Perumahan Safira, Kelurahan Sepang, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, menggelar pawai obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Senin malam (15/6).

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Pawai obor sendiri menjadi salah satu tradisi yang rutin dilaksanakan warga sebagai bentuk rasa syukur sekaligus syiar Islam dalam menyambut pergantian tahun Hijriah.

Baca Juga

Berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, pawai obor kali ini melibatkan seluruh warga Perumahan Safira dari berbagai RT dan RW.

Seluruh peserta berkumpul dan memulai kegiatan dari bundaran Masjid Nurul Mustofa yang sekaligus menjadi titik start dan finish kegiatan.

Suasana kebersamaan tampak begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Ratusan obor yang menyala menerangi jalan-jalan perumahan, menciptakan pemandangan yang penuh semangat dan kekhidmatan.

Tak hanya menjadi ajang perayaan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga.

Ketua DKM Mushola Al-Ikhlas, Muhit Achyuni, didampingi tokoh masyarakat RT 04, Nasrullah, mengatakan bahwa pawai obor merupakan agenda tahunan yang memiliki makna penting bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, untuk tahun ini warga kita, RT 04 RW 06 Perumahan Safira, mengadakan pawai obor untuk berpartisipasi dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriah,” ujarnya.

Menurut Muhit, terdapat sejumlah tujuan utama dari pelaksanaan pawai obor tersebut. Selain sebagai tradisi menyambut Tahun Baru Islam, kegiatan ini juga menjadi bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT karena masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengan tahun baru Hijriah.

Ia menjelaskan, pawai obor menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa pergantian tahun baru Islam merupakan momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan.

“Tujuan pertama tentu sebagai bentuk terima kasih kepada Allah SWT karena kita masih diberikan nikmat umur panjang sehingga dapat kembali bertemu dengan Tahun Baru Islam. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah berkumpul bagi warga yang sehari-hari disibukkan dengan berbagai aktivitas,” katanya.

Di tengah kemeriahan pawai yang diwarnai cahaya obor sepanjang rute perjalanan, Muhit menyampaikan bahwa terdapat pesan spiritual yang ingin disampaikan kepada seluruh warga. Momentum Tahun Baru Islam harus dimanfaatkan sebagai sarana introspeksi dan evaluasi diri.

“Jangan sampai kita lupa bahwa adanya Tahun Baru Islam itu adalah untuk muhasabah (evaluasi) diri kita masing-masing,” tambah Muhit. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post