SERANG, BANPOS – Sebanyak 24 sekolah menengah pertama (SMP) swasta di Kota Serang dipastikan menggratiskan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) bagi para peserta didik.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan tersebut, Pemkot Serang akan menyalurkan bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) kepada sekolah-sekolah yang berkomitmen memberikan layanan pendidikan gratis kepada masyarakat.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah Pemkot Serang dalam memperluas akses pendidikan dan mengurangi beban biaya yang harus ditanggung oleh orang tua siswa, khususnya di tingkat pendidikan menengah pertama.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan, sebanyak 24 SMP swasta telah masuk dalam skema penerima Bosda karena telah menerapkan pendidikan tanpa pungutan biaya SPP.
“Kita juga akan memberikan Bosda oleh Pak wali kota untuk sekolah swasta, sekitar 24 sekolah yang memang menggratiskan sekolah,” kata Nuri, Sabtu (13/6).
Menurut Nuri, pada awalnya Pemkot Serang merencanakan pemberian Bosda dengan nilai yang sama untuk setiap sekolah, yakni sebesar Rp50 juta per lembaga.
Namun setelah dilakukan pembahasan lebih lanjut, skema tersebut diubah agar distribusi bantuan dinilai lebih adil dan proporsional.
Pemerintah akhirnya memutuskan besaran bantuan akan disesuaikan dengan jumlah siswa yang dimiliki masing-masing sekolah.
Dengan demikian, sekolah yang memiliki jumlah peserta didik lebih banyak akan memperoleh bantuan yang lebih besar dibandingkan sekolah dengan jumlah siswa lebih sedikit.
“Penentuan pemberian Bosda itu berdasarkan jumlah murid. Jadi tadinya mau per sekolah Rp50 juta. Tapi ini dihitung dari jumlah yang ada, biar berlaku adil,” ujarnya.
Nuri menjelaskan, sebagian besar sekolah yang masuk dalam program tersebut sebelumnya memang telah menggratiskan biaya pendidikan karena memperoleh bantuan operasional dari pemerintah pusat.
Melalui kebijakan baru ini, Pemkot Serang memberikan dukungan tambahan agar kualitas layanan pendidikan tetap terjaga dan semakin meningkat.
Menurutnya, bantuan yang diberikan bukan sekadar untuk menutupi kebutuhan operasional sekolah semata, bagi Nuri ini sebagai upaya untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan sesuai dengan visi pembangunan yang dicanangkan Pemerintah Kota Serang.
“Iya dia sudah gratis, dia tidak lagi menarik biaya atau berbayar dari masyarakat. Tapi tambahan ini untuk bisa melaksanakan layanan pendidikan di lembaganya dengan baik dengan menuju visi Walikota Serang,” jelasnya.
Dengan adanya bantuan tersebut, sekolah penerima Bosda diwajibkan mempertahankan komitmennya sebagai sekolah gratis.
Pemkot Serang menegaskan bahwa sekolah yang telah masuk dalam program tersebut tidak diperbolehkan menarik biaya SPP maupun iuran bulanan dari siswa dan orang tua.
Sebagai bentuk komitmen, seluruh sekolah penerima bantuan juga diwajibkan menandatangani pakta integritas yang berisi kesanggupan untuk tidak melakukan pungutan biaya pendidikan kepada peserta didik.
“Enggak boleh, dia membuat fakta integritas juga bahwa ketika dia masuk dalam sistem online (SPMB) tidak menarik untuk uang SPP atau uang bulanan kepada murid atau kepada masyarakat,” tegas Nuri.
Selain mewajibkan sekolah tidak menarik biaya SPP, Dindikbud Kota Serang juga akan memperkuat pengawasan melalui Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM).
Dokumen tersebut menjadi bentuk komitmen sekolah penerima program untuk menjalankan pendidikan gratis sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Nuri mengatakan, dari 24 SMP swasta yang masuk dalam program sekolah gratis, sebanyak 14 sekolah telah menyelesaikan dan menandatangani SPTJM.
“Pihak sekolah juga akan membuat Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM). Dari 24 sekolah yang masuk program, 14 sekolah sudah membuat SPTJM,” ujar Nuri.
Adapun 14 SMP swasta yang telah menyatakan komitmennya melalui SPTJM tersebut meliputi SMP Insan Madani, SMP Islam Plus Al-Muhawaroh, SMP Khairul Huda, SMP PGRI I Kota Serang, SMP Al Wutsqo, SMP Ardaniah Kota Serang, SMP Murrurrohman, SMP Bani Zein, SMP Islam Darul Yakin, SMP Al-Khaeriyah Pengampelan, SMPIT Nurudz Dzikri, SMP Insaniyah, SMP Darunnajah, dan SMP Al Azhar Kota Serang. (*)







Discussion about this post