CILEGON, BANPOS – UPTD Pengelola Dana Bergulir Dinas Koperasi dan UKM Kota Cilegon menggelontorkan modal kerja bernilai ratusan juta rupiah.
Langkah taktis ini menyasar ratusan pelaku usaha mikro kecil guna memperkuat struktur ekonomi kerakyatan bawah.
“Pemerintah mengucurkan total dana mencapai Rp599 juta demi mendongkrak produktivitas usaha masyarakat,” ujar Kepala UPTD Dana Bergulir, Siti Maheli, Selasa (19/5/2026).
Selanjutnya, instansi tersebut mencatat pembiayaan periode Januari hingga April telah menyentuh angka Rp369,5 juta. Alhasil, suntikan modal awal tersebut sukses memfasilitasi modal bagi 234 pelaku usaha mikro setempat.
“Kami berkomitmen penuh mendorong lahirnya para wirausaha baru yang mandiri secara finansial,” kata Siti Maheli menambahkan.
Sementara itu, pihak pengelola menyalurkan kembali dana segar sebesar Rp229,5 juta pada pekan ini. Oleh karena itu, target penerimaan modal bertambah secara signifikan sebanyak 133 pelaku usaha mikro.
“Penyaluran hari ini dan besok menyasar ratusan mitra binaan wilayah satu serta wilayah dua,” jelas Siti Maheli.
Namun, pemerintah daerah memberikan catatan kritis terkait pemanfaatan instrumen pembiayaan APBD komunal tersebut. Pasalnya, para pelaku usaha mikro wajib menjaga kedisiplinan tinggi dalam mengembalikan dana pinjaman.
“Masyarakat harus tertib mencicil pinjaman agar pelaku usaha lain bisa bergantian menikmati modal,” tegas Siti Maheli.
Kemudian, akumulasi keseluruhan program hingga Mei ini berhasil menyerap kuota hingga 367 unit usaha. Pendampingan ketat menjadi kunci utama agar realisasi bantuan tidak berujung pada kredit macet.
“Tim kami terus mengawasi pemanfaatan modal supaya mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru,” pungkas Siti Maheli. (*)







Discussion about this post