Disparpora Kota Serang Targetkan PAD Lewat Kebijakan Penginapan Tamu

SERANG, BANPOS – Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disparpora) Kota Serang tengah menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata dan perhotelan.

Salah satu upaya yang akan dilakukan yakni mengusulkan Surat Edaran kepada Walikota Serang terkait kebijakan penginapan bagi tamu dinas dan tamu negara.

Baca Juga

Kebijakan tersebut nantinya mengatur agar seluruh tamu negara, tamu pemerintahan, maupun peserta kunjungan kerja dari luar daerah yang memiliki agenda di Kota Serang diwajibkan menginap di hotel yang berada di wilayah Kota Serang.

Kepala Disparpora Kota Serang, Zeka Bachdi mengatakan, kebijakan itu disiapkan sebagai langkah konkret untuk mendorong perputaran ekonomi daerah agar lebih terasa manfaatnya bagi masyarakat dan pelaku usaha di Kota Serang.

Menurutnya, selama ini banyak tamu pemerintahan maupun peserta kegiatan yang datang ke Kota Serang, namun memilih menginap di daerah lain seperti Tangerang, Anyer, maupun Kabupaten Serang. Akibatnya, potensi pemasukan daerah dari sektor hotel dan jasa pariwisata belum optimal.

“Tujuan kebijakan ini adalah agar Kota Serang mendapatkan dampak ekonomi langsung atau PAD dari kunjungan tersebut,” ujar Zeka saat melakukan diskusi bersama Persatuan Wartawan Kota Serang (PWKS), Rabu (13/5).

Zeka menjelaskan, keberadaan hotel di Kota Serang seharusnya dapat dimanfaatkan secara maksimal, terlebih Kota Serang merupakan ibu kota Provinsi Banten yang kerap menjadi lokasi berbagai agenda pemerintahan, kegiatan organisasi, hingga kunjungan instansi dari luar daerah.

Dengan adanya kebijakan tersebut, Pemkot Serang berharap aktivitas kunjungan kerja tidak hanya berlangsung sebatas kegiatan formal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM.

Selain mendorong sektor penginapan, Disparpora Kota Serang juga tengah menyiapkan program wisata terintegrasi yang dijadwalkan diluncurkan pada 17 Mei 2026. Program ini dirancang untuk menjadikan Kota Serang sebagai homebase atau pusat persinggahan wisatawan yang ingin menjelajahi berbagai destinasi wisata di Provinsi Banten.

Konsep tersebut dinilai strategis karena Kota Serang memiliki posisi yang cukup sentral dan mudah diakses dari berbagai wilayah. Nantinya, wisatawan yang menginap di Kota Serang akan ditawarkan sejumlah paket wisata menarik dengan tujuan memperpanjang masa tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan pengeluaran wisata di daerah.

Zeka mengatakan, paket wisata yang disiapkan cukup beragam dan menyasar berbagai segmen wisatawan, mulai dari wisata religi, wisata kota, wisata bahari, hingga wisata alam dan olahraga.

“Jenis wisata yang ditawarkan meliputi wisata religi dengan kunjungan ke situs bersejarah dan keagamaan, serta city tour menjelajahi ikon di dalam Kota Serang,” katanya.

Dalam paket wisata religi, wisatawan akan diajak mengunjungi sejumlah situs sejarah dan pusat keagamaan yang menjadi bagian penting dari sejarah Banten. Sementara untuk city tour, wisatawan dapat menikmati berbagai ikon dan pusat aktivitas yang berada di Kota Serang.

Tak hanya itu, Disparpora juga menyiapkan paket wisata bahari dengan sejumlah destinasi unggulan di Banten. Wisatawan nantinya dapat memilih perjalanan menuju Pulau Lima, kawasan wisata Sawarna, hingga Pantai Anyer yang selama ini dikenal sebagai destinasi favorit wisatawan lokal maupun luar daerah.

Selain wisata bahari, paket wisata sport tourism dan wisata alam juga menjadi fokus pengembangan. Konsep ini menyasar wisatawan yang menyukai petualangan dan aktivitas luar ruang.

“Kunjungan diarahkan ke Negeri di Atas Awan dan kawasan Sawarna yang memiliki pemandangan alam khas Banten,” jelasnya.

Meski Kota Serang diproyeksikan menjadi pusat penginapan dan titik keberangkatan wisata, namun cakupan destinasi yang ditawarkan tetap melibatkan berbagai daerah lain di Provinsi Banten.

Program wisata terintegrasi ini akan dijalankan melalui kolaborasi antar pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Serang, Pandeglang, dan Lebak. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat sektor pariwisata Banten secara menyeluruh.

“Kolaborasi antar daerah ini diharapkan memberikan dampak ekonomi yang merata bagi seluruh daerah di Banten,” tandasnya. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post