Semangat Kartini dari Warung Nasi Teh Sum

SERANG, BANPOS – Peringatan Hari Kartini 2026 dirayakan dengan cara sederhana namun penuh makna oleh Sumiati (46), seorang ibu rumah tangga sekaligus pemilik warung nasi di Kota Serang.


Baca Juga

Berlokasi di Lingkungan Perumahan Kota Serang Baru (KSB), Kelurahan Banjaragung, Kecamatan Cipocok Jaya, warung milik perempuan yang akrab disapa Teh Sum ini tampak berbeda dari biasanya.

Pada momen spesial tersebut, Teh Sum mengenakan kebaya, hal tersebut menghadirkan nuansa tradisional yang kental sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan perempuan Indonesia.


“Memang sengaja hari ini kita pakai kebaya semua. Biar ikut merasakan semangat Kartini,” ujar Teh Sum sambil melayani pembeli, Selasa (21/4).

Di balik kesederhanaannya, Teh Sum menyimpan kisah perjuangan yang inspiratif.


Ia merupakan ibu dari lima orang anak yang seluruhnya dibesarkan dari hasil jerih payah berjualan nasi sejak tahun 2020.


Dengan tekad kuat, ia mampu membiayai pendidikan anak-anaknya hingga ke jenjang yang lebih tinggi.

“Anak pertama sudah berkeluarga, anak kedua lagi kuliah, yang ketiga kelas 8 SMP, anak keempat kelas 3 SD, dan yang bungsu masih umur 6 tahun,” tuturnya.

Menu yang disajikan pada hari itu pun cukup beragam dan menggugah selera, mulai dari opor ayam, bakwan jagung, ikan lele, tahu sambal, hingga baso sambal.


Para pelanggan tampak antusias menikmati hidangan, sekaligus mengapresiasi suasana berbeda yang dihadirkan Teh Sum dan timnya.

Bagi Teh Sum, peringatan Hari Kartini adalah momentum untuk mengenang dan menghargai perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan di Indonesia.

“Walaupun saya hanya pedagang warung nasi, saya tetap menghargai sosok Ibu Kartini sebagai pahlawan perempuan kita,” katanya.

Ia pun menanamkan nilai semangat juang tersebut kepada para pegawainya, dengan mengajak mereka ikut serta merayakan Hari Kartini melalui hal sederhana seperti mengenakan kebaya saat bekerja.

Lebih jauh, Teh Sum menyampaikan harapannya bagi perempuan Indonesia, khususnya para ibu rumah tangga, agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan hidup.

“Walaupun kita perempuan dan seorang ibu, jangan patah semangat dalam mencari rezeki. Kita harus tetap berusaha membantu suami demi masa depan anak-anak,” tegasnya.

Melalui kerja keras, ketekunan, dan cinta kepada keluarga, perempuan seperti Teh Sum terus berjuang, tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk generasi masa depan. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post