Lima Destinasi ‘Wajib’ Kota Serang untuk ‘Melumpuhkan’ Penat Lebaran

SERANG, BANPOS – Kota Serang terus memoles wajahnya demi menyambut gelombang pemudik pada momen Lebaran 2026, Minggu (22/3/2026).

Pasalnya, wilayah seluas 266,18 kilometer persegi ini menyimpan potensi wisata yang semakin kompetitif dan variatif.

Baca Juga

“Kota Serang kini menawarkan karakteristik wisata yang berbeda di setiap kecamatannya,” ujar seorang pelancong lokal di pusat kota.

Selanjutnya, keberadaan enam kecamatan di Ibu Kota Banten ini menyuguhkan perpaduan apik antara petualangan alam dan jejak sejarah. Namun, para wisatawan perlu jeli memilih destinasi agar liburan keluarga tidak berakhir dengan rasa kecewa.

“Masing-masing wilayah memiliki keunikan yang sangat mendalam untuk dieksplorasi,” tegas narasumber tersebut menambahkan.

Lebih lanjut, Taman Mahoni Bangun Sentosa (MBS) muncul sebagai primadona baru dengan menyuguhkan atmosfer bangunan bergaya Eropa.

Sementara itu, fasilitas outbound dan kolam renang anak menjadi daya tarik utama bagi keluarga yang ingin berfoto estetik.

“Desain arsitekturnya sangat instagramable dan cocok untuk bersantai di gazebo,” jelasnya mengenai daya tarik MBS.

Di sisi lain, Pantai Gope tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang menginginkan wisata bahari dengan harga merakyat. Kemudian, pengunjung juga memiliki akses mudah untuk menyeberang menuju deretan pulau eksotis seperti Pulau Tiga dan Lima.

“Akses menuju pulau-pulau kecil di sana sangat mudah dan terjangkau,” tutur seorang penyedia jasa perahu.

Tak hanya laut, Aqualand Waterpark di Kecamatan Taktakan turut menawarkan sensasi rekreasi air yang jauh lebih privat.

Padahal, lokasi ini seringkali menjadi pelarian bagi warga yang ingin menghindari kepadatan di titik wisata utama lainnya.

“Suasana di Aqualand sangat nyaman bagi keluarga yang membawa anak kecil,” kata pengunjung waterpark tersebut.

 

Destinasi Penikmat Masa Lalu

Bagi penikmat narasi masa lalu, Benteng Speelwijk berdiri kokoh sebagai saksi bisu era kolonial Belanda abad ke-17. Bahkan, lokasi sejarah ini sangat strategis karena berdekatan dengan pusat wisata religi Masjid Agung Banten dan Vihara Avalokitesvara.

“Wisatawan bisa menapaki jejak sejarah sekaligus melakukan perjalanan religi dalam satu rute,” ungkap seorang pemandu lokal.

Terakhir, kawasan Royal Baroe kini bertransformasi menjadi city walk ikonik yang dihiasi lampu klasik serta dekorasi bola besar. Akhirnya, para pemburu kuliner malam dapat memanjakan lidah sembari menikmati suasana pedestrian yang tertata cantik di jantung kota.

“Pemandangan malam di Royal Baroe mirip dengan suasana kota di luar negeri,” pungkas seorang pengunjung remaja. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post