Pemerintah Pastikan Merak Siap Hadapi Gelombang Mudik Lebaran

CILEGON, BANPOS – Menjelang periode Angkutan Lebaran 2026, pemerintah memastikan seluruh simpul transportasi nasional siap menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat. Salah satu titik krusial yang menjadi perhatian adalah lintasan penyeberangan Merak–Bakauheni, jalur vital penghubung Pulau Jawa dan Sumatera.

Untuk memastikan kesiapan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno melakukan kunjungan kerja dan rapat koordinasi di Pelabuhan Merak.

Baca Juga

Rapat koordinasi ini melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga guna memperkuat sinergi lintas sektor agar penyelenggaraan Angkutan Lebaran berjalan aman dan lancar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta jajaran direksi ASDP Indonesia Ferry.

Pratikno menjelaskan pemerintah telah memetakan potensi pergerakan masyarakat selama periode mudik Lebaran, termasuk perkiraan puncak arus mudik dan arus balik.

Dengan masa libur yang cukup panjang, pemerintah berharap distribusi perjalanan masyarakat bisa lebih merata sehingga kepadatan dapat ditekan.

“Masyarakat diimbau mempersiapkan perjalanan dengan baik serta mengikuti informasi resmi dan arahan petugas di lapangan agar perjalanan mudik berlangsung lancar, aman, dan nyaman,” ujar Pratikno.

Sementara itu, Dudy Purwagandhi menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa angkutan Lebaran.

Ia juga meminta seluruh pihak berkomitmen menjalankan kebijakan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian dan lembaga guna memastikan kelancaran arus mudik.

Sistem Bufferzone Disiapkan

Sebagai operator penyeberangan, ASDP menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan di lintasan Merak–Bakauheni.

Salah satunya dengan menerapkan delaying system di sejumlah bufferzone, seperti Rest Area KM43 dan KM68 serta bufferzone JLS di Merak.

Sementara di sisi Lampung, titik bufferzone disiapkan di Rest Area KM87B, KM67B, KM49B, KM33B, KM20B, Terminal Gayam, hingga RM Gunung Jati.

Sistem ini berfungsi mengatur arus kendaraan sebelum memasuki pelabuhan agar kepadatan dapat dikendalikan.

Pengamanan juga diperkuat dengan menyiagakan 1.185 personel di Merak dan 741 personel di Bakauheni. Petugas ditempatkan di jalur jalan raya, bufferzone, hingga area pelabuhan.

Selain penguatan operasional, ASDP juga menghadirkan fasilitas yang lebih nyaman bagi pengguna jasa, mulai dari tenant makanan dan minuman, minimarket, pusat oleh-oleh, hingga ruang bermain anak.

Pelabuhan Ramah Anak

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, mengapresiasi fasilitas ramah anak yang tersedia di pelabuhan.

Menurutnya, ruang bermain anak dapat menciptakan suasana perjalanan yang lebih nyaman bagi keluarga pemudik.

“Fasilitas ini bisa menjadi ruang interaksi yang baik antara orang tua dan anak selama perjalanan,” ujarnya.

Tiket Wajib Dibeli Online

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengingatkan masyarakat agar membeli tiket penyeberangan lebih awal melalui sistem digital Ferizy.

Melalui platform tersebut, tiket dapat dipesan hingga 60 hari sebelum keberangkatan dan e-ticket dikirim melalui WhatsApp maupun email.

“Kami mendorong masyarakat membeli tiket sejak jauh hari karena sudah tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Pastikan sudah bertiket minimal H-1 dan hindari pembelian melalui calo,” ujar Heru.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo juga menekankan pentingnya sosialisasi pembelian tiket online secara masif untuk mengurangi antrean kendaraan di pelabuhan.

Trafik Penyeberangan Masih Terkendali

Berdasarkan data Posko Merak pada H-9 periode Angkutan Lebaran, tercatat 254 trip kapal beroperasi.

Jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 41.171 orang, turun 19,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara total kendaraan tercatat 10.117 unit atau turun 18,1 persen dibandingkan tahun lalu.

Adapun akumulasi penumpang dari H-10 hingga H-9 tercatat 75.914 orang, dengan total kendaraan mencapai 18.911 unit.

Di sisi lain, data Posko Bakauheni menunjukkan 123 trip kapal beroperasi pada periode yang sama.

Jumlah penumpang dari Sumatera ke Jawa mencapai 35.251 orang, sedangkan total kendaraan tercatat 8.220 unit.

Dengan kesiapan operasional dan dukungan sistem digital yang semakin terintegrasi, pemerintah bersama ASDP berharap perjalanan mudik tahun ini dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat. (CR01)

Berita Terkait

Discussion about this post