GMNI Cilegon Perkuat Barisan, Desak Solusi Industri

CILEGON, BANPOS – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Cilegon resmi memulai babak baru kepemimpinan untuk mengawal kebijakan industri di daerah.

“Kami berkomitmen menjadikan GMNI Cilegon sebagai laboratorium pemikiran yang progresif,” tegas Ketua DPC GMNI Cilegon, Andriansyah, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga

Pasalnya, prosesi pelantikan pengurus masa bakti 2025-2027 ini berlangsung meriah di The Royale Krakatau Hotel Cilegon.

“GMNI harus tetap menjadi garda terdepan dalam membela hak-hak rakyat kecil,” ujar Andriansyah saat memberikan pidato perdananya.

Terlebih lagi, beliau menyoroti tantangan industrialisasi masif yang seringkali memicu disparitas sosial di tengah masyarakat Kota Cilegon.

“Pemuda harus hadir memberikan solusi konkret bagi ketimpangan yang terjadi di kota industri ini,” tambahnya dengan nada lugas.

Sebaliknya, pengukuhan pengurus baru ini dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP GMNI di hadapan ratusan kader serta alumni. Beliau meyakini bahwa kepemimpinan baru ini mampu membawa perubahan signifikan bagi gerakan mahasiswa di tingkat lokal maupun nasional.

 

Supriyadi Kembali Nahkodai Alumni GMNI

Namun, agenda besar tersebut juga merangkaikan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-2 Persatuan Alumni (PA) GMNI Kota Cilegon secara serentak.

“Hasil mufakat kembali menetapkan Supriyadi untuk menahkodai PA GMNI Kota Cilegon periode 2026-2031,” ungkap salah satu pimpinan sidang.

Alhasil, Supriyadi kini memikul tanggung jawab besar dalam membangun jejaring alumni yang kuat di berbagai sektor strategis daerah.

“Fokus utama kami adalah mendukung distribusi kader baik di pemerintahan maupun sektor profesional,” jelas Supriyadi mengenai visi kepemimpinannya.

Justru, reaktualisasi ideologi Bung Karno dalam konteks lokal menjadi poin krusial yang akan terus diperjuangkan oleh para alumni.

“Kami ingin membumikan kembali ajaran Marhaenisme guna mengawal pembangunan daerah demi kepentingan rakyat,” tuturnya saat ditemui usai acara.

Selain itu, sinergi strategis antara mahasiswa aktif dengan senior alumni harus terjalin secara harmonis tanpa adanya batasan komunikasi.

“Komunikasi dua arah sangat penting untuk memastikan regenerasi kepemimpinan berjalan sesuai dengan garis perjuangan organisasi,” tegas Supriyadi kembali.

 

Sinergi Lintas Generasi Kawal Pembangunan

Sementara itu, Ketua DPD GMNI Banten mengharapkan momentum pelantikan ini menjadi pelecut semangat juang bagi seluruh kader di Banten.

“Kader Cilegon harus berani bersikap kritis terhadap setiap kebijakan publik yang tidak memihak pada wong cilik,” imbaunya dengan lantang.

Bahkan, kehadiran perwakilan GMNI se-Provinsi Banten menunjukkan soliditas organisasi yang semakin mengakar kuat di tanah jawara saat ini.

“Kekuatan GMNI terletak pada persatuan gerak antara pemikiran intelektual dan aksi nyata di lapangan,” cetus salah satu peserta pelantikan.

Kemudian, pengurus baru segera menyusun program kerja strategis yang menyentuh persoalan mendasar warga di sekitar kawasan industri Cilegon.

“Kami akan segera turun ke bawah untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat yang selama ini terpinggirkan,” janji Andriansyah mengakhiri.

Akhirnya, kolaborasi lintas generasi ini diharapkan mampu menciptakan iklim demokrasi yang lebih sehat dan berpihak pada keadilan sosial.

“Semoga estafet perjuangan ini tetap konsisten di jalur pengabdian untuk nusa, bangsa, dan juga rakyat,” pungkas Supriyadi menutup pembicaraan. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post