Nur Agis Aulia Bekali Capaska Kota Serang Pentingnya Mimpi dan Visualisasi

SERANG, BANPOS – Wakil Walikota Serang, Nur Agis Aulia, memberikan pembekalan dan motivasi kepada 54 Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Tingkat Kota Serang Tahun 2026, yang tengah menjalani pemusatan latihan di Hotel Le Dian, Kota Serang, Rabu (12/8).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pemusatan latihan yang digelar Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Serang.

Baca Juga

Kegiatan mengusung tema membangkitkan semangat calon Paskibraka dalam mempersiapkan mental dan fisik untuk menjalankan tugas sebagai pasukan pengibar bendera.

Turut hadir Kepala Badan Kesbangpol Kota Serang Nofriady Eka Putra serta pengurus Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Serang.

Dalam kesempatan tersebut, Agis menekankan pentingnya para Capaska memiliki impian yang terarah serta kekuatan visualisasi untuk meraih kesuksesan di masa depan.

Di hadapan puluhan Capaska, Agis mengajak para peserta untuk tidak ragu menuliskan target hidup secara spesifik dan memvisualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kebiasaan tersebut menjadi salah satu cara untuk menjaga fokus dalam mengejar cita-cita.

“Semua orang sukses, baik di dunia entrepreneurship, politik, maupun bidang lainnya, pasti punya mimpi yang ditetapkan, divisualisasikan, dan direalisasikan. Menuliskan target dan menempelkannya di kamar atau menyimpannya di tempat yang mudah dilihat akan menjadi pengingat sekaligus penguat ikhtiar kita,” ujar Agis.

Agis juga membagikan pengalaman pribadinya saat awal meniti karier. Ia mengisahkan bagaimana komitmennya menuliskan target finansial dan karier politik pada masa lalu turut membawanya melangkah hingga dipercaya menjadi anggota DPRD dan kini menjabat sebagai Wakil Walikota Serang.

Menurut Agis, tradisi merefleksikan dan menuliskan daftar impian tersebut telah menjadi agenda rutin setiap tahun, khususnya menjelang hari ulang tahunnya pada April.

Ia mengaku dari 100 impian yang ditargetkan untuk dicapai dalam kurun satu tahun terakhir, sebagian besar berhasil diwujudkan berkat konsistensi dan dorongan motivasi diri.

“Setiap menjelang ulang tahun, saya selalu mengevaluasi 100 mimpi yang pernah ditulis. Dari evaluasi tahun lalu, sebanyak 93 target berhasil tercapai. Menuliskan mimpi di kertas dan menyimpannya di dompet sangat membantu menjaga fokus, terutama saat menghadapi tantangan atau rasa jenuh,” jelasnya.

Agis berharap pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi bagi para Capaska agar tidak hanya fokus mempersiapkan diri untuk menjalankan tugas pada upacara pengibaran bendera, tetapi juga mulai merancang masa depan sejak dini.

Ia menilai pengalaman mengikuti proses seleksi hingga menjalani pemusatan latihan Paskibraka merupakan momentum penting untuk membentuk kedisiplinan, ketangguhan mental, serta rasa tanggung jawab generasi muda. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post