SERANG, BANPOS – Suasana pembukaan Kota Serang Fair 2026 di Stadion Maulana Yusuf, Jum’at (7/8) malam, mendadak berubah menjadi kepanikan. Sejumlah penonton mengaku kehilangan telepon seluler saat aksi mosing berlangsung di tengah kerumunan penonton.
Salah satu korban, Aldo, mengaku kehilangan handphone miliknya ketika penonton sedang berdesakan mengikuti mosing saat penampilan band Circle, sebelum Festivalist tampil.
Aldo menceritakan, awalnya kondisi di depan panggung masih berlangsung meriah. Aksi mosing juga diperbolehkan oleh pembawa acara. Namun, saat lagu kedua band Circle dimainkan, situasi mulai semakin padat dan dorongan antarpenonton semakin kuat.
“Pas mosing, pas lagu kedua dari band Circle itu pembatas dari jalan menuju panggung roboh ke kanan. Terus saya pindah ke tengah-tengah karena yang di kiri sudah keos banget,” kata Aldo kepada BANPOS, Sabtu dini hari (8/8).
Menurut Aldo, setelah pembatas roboh, dirinya sempat mengikuti arahan petugas keamanan untuk kembali masuk ke area penonton. Ia kemudian membantu membenahi pembatas yang roboh tersebut.
Setelah pembatas kembali dibenahi, Aldo baru menyadari sesuatu yang janggal. Ia mencoba memeriksa barang-barangnya karena khawatir ada yang terjatuh akibat desakan penonton.
“Saya ngitung-ngitung barang karena takut jatuh. Saya masukin. Saya cari-cari HP, enggak ada,” ujarnya.
Panik, Aldo langsung mundur menuju teman-temannya dan memberitahukan bahwa handphone miliknya hilang. Namun, ia justru mendapat kabar serupa dari penonton lainnya.
“HP gua hilang, HP gua hilang. Terus kata teman saya yang baju kuning, dia juga hilang HP-nya,” tutur Aldo.
Kejadian tersebut kemudian membuat sejumlah penonton lainnya ikut sibuk memeriksa barang bawaan masing-masing. Dalam waktu sekitar lima menit, beberapa orang mengaku kehilangan telepon seluler.
Aldo mengatakan, dugaan pencopetan tidak hanya menimpa dirinya. Salah seorang temannya yang membawa tas bahkan mendapati tasnya dalam kondisi robek, meski barang di dalamnya disebut tidak sampai hilang.
Korban lainnya juga mengalami kerusakan pada bagian jaket. Sementara untuk handphone yang hilang, Aldo memperkirakan nilai kerugiannya mencapai sekitar Rp5,4 juta karena harus membeli perangkat pengganti.
“Beli baru Rp5,4 juta,” katanya.
Aldo menduga aksi pencopetan berlangsung sangat cepat dan memanfaatkan situasi kerumunan. Ia mengingat adanya seseorang di bagian belakang yang sempat mendorong tubuhnya ketika kondisi penonton sedang berdesakan.
“Pokoknya pas ingat banget, di sebelah belakang ada yang ngedorong. Saya kan enggak sadar karena di sebelah kiri juga lagi pada mosing,” ungkapnya.
Menurut Aldo, pengamanan memang terlihat berada di sekitar lokasi. Namun, ia menilai pengawasan di tengah kerumunan masih perlu diperketat.
“Keamanan di situ emang hanya mengamankan untuk samping-samping saja, bukan mengamankan yang di dalam,” ujarnya.
Ia juga menyoroti sistem pemeriksaan penonton. Menurutnya, pemeriksaan saat masuk ke area acara memang dilakukan, tetapi dinilai belum terlalu detail.
“Ada pengecekan, cuma enggak terlalu detail menurut saya. Ngecek cuma raba-raba doang, enggak mengecek sampai detail banget,” kata Aldo.
Yang menjadi perhatian Aldo, pemeriksaan juga tidak kembali dilakukan ketika penonton meninggalkan area konser. Kondisi tersebut, menurut dia, membuat orang yang diduga membawa barang curian berpotensi lebih mudah keluar dari lokasi.
“Pas keluar enggak ada pengecekan lagi,” ujarnya.
Setelah menyadari handphone miliknya hilang, Aldo mengaku sempat berusaha mengejar orang yang dicurigainya sebagai pelaku. Karena terburu-buru, ia bahkan memilih melompati pagar untuk keluar dari area acara.
“Saya sempat bingung. Posisi keluar saya ya sudah loncat pagar saja karena benar-benar buru-buru mau ngejar yang nyopet. Eh, dia sudah masuk ke gerbang tol,” tuturnya.
Atas kejadian tersebut, Aldo berharap sistem keamanan pada acara konser berikutnya dapat diperketat. Ia meminta pemeriksaan tidak hanya dilakukan ketika penonton masuk, tetapi juga saat keluar dari area konser.
“Keamanan diperketat. Misalnya pas masuk harus dicek lebih detail, pas keluar juga harus dicek lebih detail lagi. Jadi supaya enak ke depannya, biar enggak trauma yang konser juga,” katanya.







Discussion about this post