PANDEGLANG, BANPOS – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 74 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menggelar sosialisasi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis technopreneurship di Aula Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (1/8).
Kegiatan itu bertujuan mendorong pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
Sosialisasi diikuti unsur pemerintah kecamatan, perangkat desa, pelaku UMKM, mahasiswa, dan masyarakat Desa Batubantar.
Koordinator Kecamatan (Korcam) Abdul Azis mengatakan, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat diperlukan untuk memperkuat sektor UMKM di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
“Melalui pemanfaatan teknologi digital, pelaku UMKM diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan kualitas layanan, serta menciptakan inovasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM 74 UNIBA, Arfian Suryasuciramdhan menambahkan, pengembangan UMKM berbasis technopreneurship merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha.
“Pengembangan UMKM berbasis technopreneurship merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan memberikan wawasan serta keterampilan praktis kepada pelaku usaha agar mampu mengikuti perkembangan transformasi digital,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal lahirnya UMKM yang lebih inovatif, mandiri, dan mampu bersaing di era digital.
Sementara itu, Ketua Pelaksana M. Akbar Ramadhan menjelaskan, masih banyak pelaku UMKM yang memiliki potensi besar, namun belum memanfaatkan teknologi secara optimal dalam mengembangkan usahanya.
Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada konsep digitalisasi usaha, pemasaran melalui media sosial, pemanfaatan marketplace, hingga strategi pengembangan produk yang memiliki nilai tambah.
Narasumber Abdul Rauf Chaerudin menjelaskan, technopreneurship merupakan perpaduan antara kewirausahaan dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan nilai produk maupun jasa.
Menurutnya, pelaku UMKM tidak lagi cukup mengandalkan pemasaran konvensional, tetapi harus mulai memanfaatkan berbagai platform digital agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing usaha.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait strategi pemasaran digital, inovasi produk, hingga pemanfaatan teknologi dalam pengembangan usaha.
Melalui sosialisasi tersebut, KKM 74 UNIBA berharap pelaku UMKM di Desa Batubantar semakin terdorong memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usahanya sehingga mampu meningkatkan daya saing sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. (*)







Discussion about this post