Merger Tiga SD Negeri, Dindikbud Kota Serang Bidik Layanan Pendidikan Lebih Berkualitas

SERANG, BANPOS – Dindikbud Kota Serang resmi menggabungkan SDN 4, SDN 8, dan SDN 16 Kota Serang menjadi satu sekolah dengan nomenklatur SD Negeri 4 Kota Serang. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada tahun ajaran 2026/2027 sebagai upaya meningkatkan efektivitas layanan pendidikan di Kota Serang.

Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, mengatakan dirinya meninjau langsung ketiga sekolah tersebut untuk memastikan seluruh proses merger berjalan sesuai rencana sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Baca Juga

“Ini saya memastikan bahwa proses merger sekolah berjalan efektif. Dengan dikeluarkannya surat keputusan Pak Walikota, proses layanan yang lebih efektif dan efisien sedang kita lakukan. Alhamdulillah, kelas 1 sekarang sudah berjumlah 54 siswa hasil penggabungan dari tiga sekolah. Jadi sangat efektif,” kata Ahmad Nuri saat meninjau sekolah, Sabtu (11/7).

Selain memastikan seluruh proses administrasi merger berjalan sesuai ketentuan, Nuri juga meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana sekolah, mulai dari kondisi ruang kelas, lingkungan belajar, hingga kesiapan tenaga pendidik dalam menyambut tahun ajaran baru.

Menurutnya, seluruh guru telah siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar sehingga proses transisi pascamerger diharapkan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu pelayanan kepada peserta didik.

“Kita juga menyiapkan ruang kelasnya. Guru-guru sudah bersiap semua. Mudah-mudahan ini menjadi sekolah yang teduh dan menjadi sekolah favorit bagi masyarakat Benggala dan sekitarnya,” ujarnya.

Nuri menjelaskan, keputusan merger didasarkan pada tiga pertimbangan utama. Pertama, usulan penggabungan yang telah diajukan kepala sekolah sejak 2021 akibat rendahnya jumlah peserta didik baru.

Kedua, ketiga sekolah berada dalam satu kawasan sehingga dinilai lebih efektif jika disatukan. Ketiga, efisiensi penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Kalau jumlah siswanya sedikit, penggunaan anggaran BOS juga kurang efektif. Dengan penggabungan ini layanan pendidikan menjadi lebih optimal, termasuk untuk kebutuhan guru honorer dan proses pembelajaran,” jelasnya.

Menurutnya, rendahnya jumlah siswa memang menjadi salah satu alasan utama kebijakan tersebut.

“Iya, salah satunya karena kekurangan siswa. Tetapi tujuan utamanya juga meningkatkan kualitas dan pelayanan pendidikan,” katanya.

Setelah merger, seluruh siswa dari tiga sekolah akan belajar di bawah satu nama, yakni SD Negeri 4 Kota Serang.

Saat ini jumlah peserta didik mencapai 375 siswa, terdiri dari kelas 1 sebanyak 54 siswa, kelas 2 sebanyak 59 siswa, kelas 3 sebanyak 59 siswa, kelas 4 sebanyak 70 siswa, kelas 5 sebanyak 69 siswa, dan kelas 6 sebanyak 64 siswa.

Untuk mendukung integrasi sekolah, Pemkot Serang juga akan membuka akses antarbangunan yang sebelumnya terpisah.

“Kita sedang berkonsultasi dengan bagian aset. Bangunan yang menutup akses akan dibongkar sehingga nanti menjadi satu kawasan pendidikan yang terhubung,” ungkap Ahmad Nuri.

Secara keseluruhan, sekolah hasil merger tersebut akan memiliki 26 tenaga pendidik, terdiri dari 18 guru kelas dan 8 guru mata pelajaran.

Sementara itu, Kepala SDN 8 Kota Serang, Nurjaemah, mengatakan usulan merger sebenarnya sudah muncul sejak 2021. Menurutnya, jumlah siswa terus menurun akibat perubahan pemahaman masyarakat terhadap sistem zonasi serta semakin banyaknya sekolah swasta di sekitar kawasan Benggala.

“Awalnya banyak orang tua mengira zonasi berdasarkan sekolah asal ke SMP. Setelah dipahami bahwa zonasi berdasarkan domisili, ditambah penduduk usia sekolah di Benggala semakin sedikit dan banyak berdiri SD swasta, jumlah siswa yang mendaftar ke sini terus menurun,” katanya.

Nurjaemah mengaku kembali mengusulkan merger pada 2022, namun belum terealisasi. Hingga akhirnya pada Mei 2026, tiga kepala sekolah kembali mengajukan usulan kepada Ahmad Nuri selaku Dindikbud Kota Serang.

“Alhamdulillah Pak Kadis langsung merespons dan memprioritaskan usulan ini. Akhirnya pada 25 Juni 2026 SK merger ditandatangani oleh Bapak Walikota Serang,” tuturnya. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post