KSMI Kota Serang Siapkan Turnamen Piala Walikota Demi Menjaring Bibit Atlet Mini Soccer

SERANG, BANPOS – Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) Kota Serang akan mengembangkan olahraga mini soccer di Kota Serang. Selain itu, KSMI juga berhasil menorehkan prestasi sebagai juara tingkat Provinsi Banten, organisasi yang baru terbentuk tersebut juga akan menggelar Turnamen Piala Walikota Serang pada 15–16 Agustus 2026 sebagai upaya menjaring bibit-bibit atlet baru.

Sekretaris KSMI Kota Serang, Ade Rohman, mengatakan pihaknya baru saja bersilaturahmi dengan Walikota Serang untuk memperkenalkan keberadaan organisasi sekaligus melaporkan sejumlah capaian yang telah diraih.

Baca Juga

Menurutnya, KSMI Kota Serang telah resmi memperoleh Surat Keputusan (SK) pada 17 Desember 2025 dan dikukuhkan sebagai bagian dari keluarga besar KONI pada 18 Mei 2026.

Meski baru berdiri, organisasi tersebut langsung mencatatkan prestasi dengan menjadi juara pertama pada Kejuaraan Nasional PSSI Mini tingkat Provinsi Banten yang digelar pada 30 Mei 2026.

“KSMI Kota Serang sudah mendapatkan SK pada 17 Desember 2025 dan dikukuhkan menjadi keluarga besar KONI pada 18 Mei 2026. Alhamdulillah kami juga berhasil menjadi juara pertama Kejurnas PSSI Mini tingkat Provinsi Banten,” kata Ade, Rabu (8/7).

Ia mengatakan, prestasi tersebut menjadi modal awal untuk mengembangkan pembinaan olahraga mini soccer di Kota Serang. KSMI juga telah menyampaikan kepada Walikota Serang rencana penyelenggaraan Turnamen Piala Walikota Serang yang telah mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Turnamen tersebut akan digelar selama dua hari dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada 15 Agustus akan dipertandingkan kategori pelajar tingkat SMP, sedangkan 16 Agustus diperuntukkan bagi kategori umum dengan sasaran peserta dari organisasi kepemudaan (OKP).

“Turnamen Piala Walikota Serang akan digelar pada 15 dan 16 Agustus. Tanggal 15 untuk kategori pelajar tingkat SMP dan tanggal 16 kategori umum dengan target peserta dari organisasi kepemudaan,” ujarnya.

Ade menjelaskan, jumlah peserta pada masing-masing kategori dibatasi sebanyak 16 tim agar kompetisi berjalan efektif. Seluruh pertandingan akan dipusatkan di lapangan mini soccer Universitas Pamulang (Unpam) Serang yang dinilai memiliki fasilitas dan area parkir yang memadai.

Lebih lanjut, Ade mengungkapkan adanya kabar baik dari Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), yakni rencana pembangunan fasilitas mini soccer di setiap kecamatan.

Menurutnya, langkah tersebut akan menjadi solusi atas keterbatasan sarana olahraga yang selama ini masih didominasi lapangan milik swasta dengan biaya sewa yang cukup tinggi.

“Kami menyambut baik rencana Pemerintah Kota Serang menyediakan fasilitas mini soccer di setiap kecamatan. Ini akan memudahkan pembinaan dan pencarian bibit-bibit atlet di Kota Serang,” tuturnya.

Ia menilai keberadaan lapangan di setiap kecamatan akan mempermudah proses pembinaan atlet usia dini, memperluas akses masyarakat terhadap olahraga, sekaligus mendukung program Kota Serang Sehat yang diinisiasi pemerintah daerah.

Selain itu, menurut Ade, olahraga mini soccer kini semakin diminati masyarakat karena lebih praktis dibandingkan sepak bola lapangan dan dapat dimainkan oleh lebih banyak orang dibanding futsal. Antusiasme tersebut terlihat dari tingginya tingkat penggunaan lapangan mini soccer di Kota Serang.

“Sekarang mini soccer lebih digandrungi masyarakat. Bahkan kalau ingin memesan lapangan di Unpam, jadwalnya bisa penuh sampai dua bulan ke depan karena antusiasmenya sangat tinggi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemkot Serang melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disparpora) merencanakan pembangunan enam sport center mini yang tersebar di enam kecamatan pada tahun 2027.

Program tersebut disiapkan untuk memperluas akses fasilitas olahraga sekaligus mengurangi ketergantungan aktivitas olahraga yang selama ini banyak terpusat di Stadion Maulana Yusuf.

Kepala Disparpora Kota Serang, Zeka Bachdi, mengatakan pembangunan sport center mini tersebut telah masuk dalam rencana anggaran daerah. Setiap kecamatan nantinya ditargetkan memiliki sarana olahraga yang representatif.

“Pemkot Serang juga menyiapkan pembangunan fasilitas olahraga di tingkat kecamatan. Enam titik sport center mini akan dibangun pada 2027 di setiap kecamatan,” kata Zeka.

Ia menjelaskan, sport center mini tersebut akan dirancang sebagai fasilitas multifungsi yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas olahraga, mulai dari sepak bola, pencak silat, hingga kegiatan olahraga masyarakat lainnya.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Serang akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan terkait penyediaan lahan. Para camat diminta melakukan identifikasi terhadap lahan potensial yang dapat digunakan untuk pembangunan fasilitas tersebut.

“Ya, lapangan kecamatan itu lahannya nanti kita minta dari masing-masing kecamatan untuk bisa dapat itu,” ujar Zeka. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post