SERANG, BANPOS – Polres Serang membeberkan kronologi meninggalnya AN, tahanan kasus dugaan pencurian, yang diduga meninggal akibat serangan jantung saat menjalani penanganan medis.
Polisi menegaskan, hasil pemeriksaan forensik tidak menemukan adanya indikasi kekerasan pada tubuh korban.
Kasat Reskrim Polres Serang AKP Andi Kurniady Eka Setyabudi menjelaskan, peristiwa bermula ketika AN mengeluhkan kondisi kesehatannya kepada petugas jaga di ruang tahanan pada Selasa (7/7).
Menindaklanjuti keluhan tersebut, petugas langsung memanggil tim Seksi Dokkes untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan awal.
“Setelah diperiksa, almarhum diberikan obat-obatan sesuai hasil pemeriksaan medis,” ujarnya.
Pada hari yang sama, AN juga sempat menerima kunjungan keluarganya. Namun di tengah proses pembesukan, ia kembali mengeluhkan sakit dan meminta pertolongan petugas.
Melihat kondisinya memburuk, petugas segera membawa AN ke klinik untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Meski telah mendapat tindakan dari tenaga kesehatan, sekitar 15 menit kemudian AN dinyatakan meninggal dunia akibat henti jantung.
Polisi kemudian membawa jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan luar oleh dokter forensik.
Menurut Andi, hasil visum luar menunjukkan tidak ditemukan luka akibat kekerasan, patah tulang maupun memar pada tubuh korban. Sebaliknya, dokter menemukan sejumlah indikasi yang mengarah pada serangan jantung.
“Dari hasil visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Tim medis justru menemukan indikasi klinis yang mengarah pada serangan jantung, di antaranya pecah pembuluh darah di mata serta keluarnya cairan dari alat kelamin,” jelasnya.
Polres Serang juga telah menawarkan autopsi guna memastikan penyebab kematian secara menyeluruh. Namun, pihak keluarga memilih menolak tindakan tersebut karena ingin segera memulangkan jenazah ke kampung halamannya di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, untuk dimakamkan.
Sebagai bentuk pelayanan, kepolisian turut mengawal proses pemulangan jenazah hingga ke daerah asal.
“Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Semoga diberikan ketabahan dan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” tutup Andi. (*)







Discussion about this post