Dianggap Semrawut, Pemprov Sebut Perombakan Data Penerima Manfaat MBG Jadi Opsi

SERANG, BANPOS – Agenda evaluasi besar-besaran terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Banten tidak hanya menyasar aspek operasional, namun juga akan menitikberatkan pada penataan ulang data penerima manfaat yang hingga saat ini dinilai masih belum sepenuhnya tertata dengan baik.

Ketimpangan distribusi bantuan di lapangan menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Provinsi Banten agar program ini ke depan dapat lebih tepat sasaran.

Baca Juga

​”Sampai detik ini, urusan data penerima manfaat tersebut belum clear atau belum rapi di lapangan. Faktanya, saat ini ada wilayah yang mendapatkan alokasi sangat banyak, tetapi di sisi lain ada target penerima manfaat yang justru belum ter-cover sama sekali oleh program ini,” ungkap Asda I Provinsi Banten, Komarudin, Rabu (17/6).

Ia menekankan bahwa evaluasi ini akan menjadi instrumen penting untuk memetakan ulang siapa saja kelompok masyarakat yang paling berhak menerima bantuan, guna memastikan bahwa anggaran negara memberikan dampak yang optimal bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.

​Lebih lanjut, Komarudin mengisyaratkan adanya kemungkinan pergeseran arah prioritas sasaran. Jika selama ini program lebih banyak menyasar peserta didik secara umum, pemerintah kini tengah mengkaji ulang untuk memprioritaskan kelompok yang dianggap paling rentan dan membutuhkan asupan gizi ekstra.

“Arah kebijakannya nanti mungkin bergeser, bukan lagi sekolah umum secara luas, melainkan fokus ke balita, ibu hamil, anak-anak pra-sekolah atau PAUD-TK, serta masyarakat yang berada di wilayah 3T. Meskipun kami belum bisa memastikan apakah jumlah penerima manfaat akan berkurang secara drastis, namun yang pasti komposisi daftar penerima manfaat tersebut akan dirombak total agar jauh lebih prioritas,” jelasnya. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post