SERANG, BANPOS – Walikota Serang, Budi Rustandi, mengunjungi langsung seorang warga kurang mampu yang tinggal di rumah tidak layak huni di Lingkungan Cirungge RT 08 RW 04, Kelurahan Lipatik, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.
Dalam kunjungan tersebut, Budi memastikan Pemerintah Kota Serang akan segera membantu perbaikan tempat tinggal warga tersebut agar memiliki hunian yang lebih layak dan sehat.
Saat melihat kondisi rumah warga, Budi mengaku prihatin. Menurutnya, kondisi bangunan yang ditempati saat ini jauh dari kata layak karena seluruh aktivitas sehari-hari dilakukan dalam satu ruang yang sangat terbatas.
“Tadi kita lihat sama-sama bahwa tempatnya miris. Insya Allah kami akan segera membangun tempat tinggalnya agar benar-benar layak, karena tadi masaknya di tempat itu, tidurnya di tempat itu juga,” kata Budi kepada awak media, Senin (15/6).
Budi menyampaikan, pemerintah tidak ingin ada warganya yang hidup dalam kondisi rumah yang tidak memenuhi standar kelayakan.
Karena itu, langkah cepat dilakukan dengan memberikan bantuan yang difokuskan untuk pembangunan atau perbaikan rumah.
“Semoga dimudahkan dan si ibu benar-benar mendapatkan tempat yang layak,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian, Pemkot Serang memberikan bantuan tunai sebesar Rp15 juta yang akan digunakan khusus untuk memperbaiki rumah warga tersebut.
Namun, Budi pun sangat menekankan bahwa penggunaan bantuan itu akan mendapat pengawasan ketat agar tepat sasaran.
“Jadi bantuan tunai sebesar Rp15 juta yang akan langsung dibangun lewat lurah. Tapi uangnya bukan dipegang lurah, melainkan lurah yang akan mengawal agar benar-benar terpakai untuk pembangunan. Jangan sampai dipakai untuk yang tidak-tidak,” katanya.
Menurut Budi, pengawasan dari pemerintah kelurahan diperlukan untuk memastikan bantuan yang diberikan dapat menghasilkan perubahan nyata terhadap kondisi tempat tinggal penerima manfaat.
Dengan mekanisme tersebut, bantuan tidak hanya diberikan dalam bentuk uang, tetapi juga dipastikan penggunaannya sesuai tujuan, yakni membangun rumah yang lebih layak.
Dalam kunjungan tersebut, suasana haru juga sempat mewarnai pertemuan antara Walikota dan warga penerima bantuan. Warga yang menerima bantuan mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan pemerintah.
Budi mengaku turut terbawa suasana dan merasa tersentuh melihat kondisi warga sekaligus respons yang ditunjukkan penerima bantuan.
“Saya juga terharu. Artinya saya sebagai manusia biasa. Ketika ada hamba Allah yang membutuhkan pertolongan dan berdoa, mungkin lewat saya doanya dijawab,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Budi menyampaikan pandangannya bahwa membantu masyarakat bukan sekadar menjalankan tugas semata sebagai kepala daerah. Bagi Budi, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral dan spiritual.
“Sesungguhnya yang butuh pertolongan itu bukan beliau, tetapi saya. Karena ini menjadi bekal saya, insya Allah, di akhirat,” tuturnya. (*)







Discussion about this post