Nur Agis Aulia Pantau Program Tebar Kurban, 1.158 Hewan Disebar ke Lima Daerah di Banten

SERANG, BANPOS – Wakil Walikota Serang, Nur Agis Aulia, melakukan monitoring pelaksanaan program Tebar Kurban Kita Bisa 2026 yang berlangsung di kawasan Ciracas, Kota Serang. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penyembelihan, pengemasan, hingga pendistribusian hewan kurban berjalan lancar dan tepat sasaran.

Sebanyak 1.158 hewan kurban yang terdiri dari sapi dan domba disembelih untuk kemudian didistribusikan ke berbagai daerah di Provinsi Banten, khususnya wilayah yang masih minim akses terhadap hewan kurban.

Baca Juga

Agis menjelaskan, pelaksanaan penyembelihan dan pengemasan hewan kurban di Banten merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Serang dengan relawan Kurban Kita Bisa.

Hewan kurban yang disembelih berasal dari para shahibul kurban dari berbagai daerah di Indonesia yang menyalurkan kurbannya melalui program tersebut.

“Untuk proses penyembelihan dan pengemasannya di Provinsi Banten, Kota Serang yang ditunjuk,” ujar Agis saat melakukan monitoring kegiatan. Sabtu (30/5).

Menurutnya, program Tebar Kurban Kita Bisa menjadi salah satu bentuk nyata pemerataan manfaat ibadah kurban kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia mengapresiasi upaya para relawan dan seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan program tersebut.

“Program seperti ini sangat membantu masyarakat dan semakin memperkuat semangat gotong royong. Distribusi hewan kurban yang menjangkau berbagai daerah menunjukkan bahwa kebersamaan kita tumbuh kuat di tengah masyarakat,” katanya.

Agis menambahkan, seluruh hewan kurban yang disembelih akan didistribusikan ke sejumlah daerah di Banten, di antaranya Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Lebak. Penyaluran dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kondisi wilayah penerima manfaat.

Ia berharap program tersebut dapat terus berkembang pada tahun-tahun mendatang sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

“Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang nilai keikhlasan, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Semoga manfaatnya dapat dirasakan oleh semua masyarakat,” ujarnya.

Selain memberikan manfaat sosial, Agis menilai program Tebar Kurban Kita Bisa juga berdampak positif terhadap perekonomian peternak lokal. Melalui kerja sama penyediaan hewan kurban, para peternak di Kota Serang dan daerah lainnya di Banten mendapat kesempatan lebih besar untuk memasarkan ternaknya.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Serang, saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Kurban Kita Bisa dan para pekurban. Program ini sangat baik untuk pemberdayaan peternak domba dan kambing, sekaligus membantu masyarakat di wilayah yang minim kurban, termasuk mendukung upaya pencegahan stunting,” tuturnya.

Sementara itu, Relawan Kurban Kita Bisa, Slamet Rasyadi, menjelaskan bahwa hewan kurban yang disalurkan berasal dari para pekurban di berbagai wilayah Indonesia yang melakukan pemesanan melalui platform Kurban Kita Bisa.

Menurut Slamet, Kota Serang dipilih sebagai salah satu lokasi penyembelihan sekaligus pusat distribusi hewan kurban untuk wilayah Banten. Dalam pelaksanaannya, pihaknya juga melibatkan peternak lokal agar manfaat ekonomi dari program kurban dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Betul, hewan kurban berasal dari peternak Kota Serang. Sebelum hari H, hewan-hewan tersebut dibawa ke lokasi ini untuk disembelih,” katanya. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post