Tergiur Order Besar dari “Pegawai Dinsos”, Pengusaha Catering Rugi Puluhan Juta Rupiah

SERANG, BANPOS — Nama Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten kembali dicatut dalam aksi penipuan berkedok proyek pengadaan fiktif. Kali ini, modus yang digunakan pelaku menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan iming-iming pesanan katering dalam jumlah besar.

Akibat penipuan tersebut, korban mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Baca Juga

Salah satu korban, Erni Johan, pemilik Jojo Catering asal Banjar Agung, Kota Serang, mengaku tertipu setelah menerima tawaran kerja sama yang diklaim sebagai program resmi Dinsos Provinsi Banten.

Erni mengatakan, dirinya dihubungi seseorang bernama Firman yang mengaku sebagai pegawai Dinsos Banten dan memesan paket makanan untuk kegiatan kedinasan berskala besar.

“Awalnya ada pihak yang menghubungi saya dan mengaku sebagai perwakilan dari Dinsos Banten. Mereka memesan paket makanan untuk sebuah acara kedinasan,” ujar Erni, Jumat (22/5).

Karena merasa pesanan tersebut berasal dari instansi pemerintah, Erni pun mulai menyiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari makanan, snack box hingga suvenir sesuai permintaan pemesan.

Namun, kecurigaan mulai muncul ketika pihak yang mengaku pegawai Dinsos itu mendadak sulit dihubungi.

Erni kemudian mencoba melakukan konfirmasi langsung ke Dinsos Banten. Saat itulah ia mengetahui bahwa tidak ada kegiatan maupun proyek pengadaan katering atas nama dirinya. Bahkan, nama oknum yang menghubunginya dipastikan bukan pegawai Dinsos Banten.

“Untuk suvenir saja sudah habis lebih dari Rp8 juta. Belum makanan dan snack box masing-masing 100 box. Mereka juga meminta spesifikasi yang paling tinggi,” katanya.

Akibat kejadian itu, Erni mengaku mengalami kerugian hingga sekitar Rp35 juta. Dengan berat hati, makanan dan snack box yang telanjur dibuat akhirnya dibagikan secara cuma-cuma.

“Kalau ditotal, kami rugi sampai Rp35 jutaan,” ungkapnya sembari menahan tangis.

Sementara itu, Sekretaris Dinsos Banten, M Nuh Suradilaga, membenarkan adanya pencatutan nama instansinya untuk aksi penipuan terhadap pelaku UMKM.

Menurutnya, kasus serupa bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, Dinsos Banten juga menerima laporan terkait pengiriman karangan bunga fiktif ke sejumlah instansi.

“Untuk yang katering ini sudah ketiga kalinya. Sebelumnya juga ada laporan terkait karangan bunga yang dikirimkan ke dinas-dinas,” ujar Nuh.

Pihak Dinsos Banten mengaku dirugikan atas aksi oknum tersebut dan memastikan akan membawa kasus ini ke ranah hukum agar segera diusut tuntas.

“Ini modus baru. Secara lembaga kami akan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian,” tegasnya. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post