TANGERANG, BANPOS – Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Wilayah Kabupaten Tangerang terus mendorong peningkatan mutu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui penguatan literasi digital dan sertifikasi profesi berbasis K3 BNSP.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Peningkatan Literasi Digital dan Sertifikasi Profesi berbasis K3 BNSP di SMKN 4 Kabupaten Tangerang, Kamis (21/5), dengan menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PT Intan Permata Indonesia (IPI).
Kepala KCD Pendidikan Wilayah Kabupaten Tangerang, Ahmad Suhaeri mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Peraturan Gubernur Banten Nomor 39 Tahun 2022 tentang Revitalisasi SMK.
Menurutnya, tantangan dunia pendidikan saat ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi digital yang harus diimbangi dengan kemampuan dan wawasan yang memadai.
“SMK harus berbeda dengan sekolah umum lainnya, karena kompetensi dan keahlian siswa menjadi tolok ukur dari keberhasilan proses pembelajarannya,” ujar Ahmad Suhaeri.
Ia menilai, penguasaan teknologi dan digitalisasi menjadi kebutuhan penting bagi siswa SMK agar mampu bersaing di dunia kerja dan industri modern.
Senada disampaikan Kepala Seksi SMK dan SKh KCD Pendidikan Wilayah Kabupaten Tangerang H. Maksis Sakhabi. Ia menegaskan pihaknya terus mendorong SMK untuk meningkatkan kualitas melalui sertifikasi kompetensi.
“Kita selalu mendorong SMK di Kabupaten Tangerang untuk naik kelas, artinya dibuktikan dengan sertifikasi kompetensi dari BNSP atau lembaga sejenisnya,” kata Maksis.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan vokasi harus dilakukan melalui kolaborasi dengan lembaga konsultan dan dunia industri agar kompetensi siswa sesuai kebutuhan pasar kerja.
Sementara itu, akademisi Universitas Bina Bangsa Serang, Malik Fatoni menilai lulusan SMK masih menjadi penyumbang angka pengangguran terbesar sehingga diperlukan pembenahan kualitas pendidikan vokasi.
“Jika mutu dan kompetensi sudah selaras dengan kebutuhan industri, lulusan SMK akan dicari oleh perusahaan untuk bekerja,” ujarnya.
Di sisi lain, Konsultan PT IPI Dr Radiyanto mengapresiasi langkah KCD Pendidikan Kabupaten Tangerang yang dinilai sejalan dengan konsep Gubernur Banten Andra Soni dalam memperkuat pendidikan vokasi berbasis industri.
Menurutnya, sekolah-sekolah harus menangkap arah kebijakan pemerintah daerah yang ingin menciptakan SMK unggulan dan link and match dengan dunia industri.
“Sekolah-sekolah harus menangkap apa yang sedang dilakukan Gubernur Banten, Pak Andra Soni. Ia serius ingin menciptakan SMK yang kompeten dan link and match,” katanya.
KCD Pendidikan dan PT Intan Permata Indonesia juga sepakat melakukan pendampingan terhadap sekolah-sekolah dalam persiapan pembentukan LSP di masing-masing sekolah.
Diketahui, dari total 211 SMK di Kabupaten Tangerang, saat ini masih kurang dari 10 persen yang telah memiliki LSP. (*)







Discussion about this post