Walikota Tinjau Proyek 2,9 Miliar di Kasemen

SERANG, BANPOS – Masalah banjir yang kerap menghantui warga di Lingkungan Masigit, Kelurahan Terumbu, Kecamatan Kasemen, kini mulai mendapatkan penanganan serius dari Pemerintah Kota Serang.

Walikota Serang, Budi Rustandi, turun langsung ke lapangan untuk meninjau proyek pembangunan drainase dan betonisasi yang tengah berjalan di lokasi tersebut.

Baca Juga

Dalam peninjauannya, Budi Rustandi mengungkapkan bahwa proyek infrastruktur sepanjang 1,3 kilometer ini merupakan respons cepat pemerintah terhadap keluhan masyarakat terkait buruknya saluran air dan akses jalan di wilayah tersebut.

Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp2,9 miliar ini ditargetkan rampung dalam waktu dekat untuk memberikan kenyamanan bagi warga sekitar.

Ada temuan menarik saat Walikota menyusuri lokasi proyek. Budi mendapati bahwa salah satu penyebab utama banjir di Lingkungan Masigit adalah banyaknya saluran air yang ditutup secara sengaja oleh warga untuk kepentingan bangunan pribadi.

“Ternyata drainasenya banyak ditutup oleh warga sendiri. Saya sudah arahkan kepada RT dan RW, ketika kita sudah mulai merapikan drainasenya, tolong dijaga tidak ada lagi orang membangun di atas drainase,” tegas Budi Rustandi saat memberikan arahan kepada pengurus lingkungan di lokasi, Jum’at (24/4/2026).

 

Menutup Drainase Merugikan Masyarakat Luas

Budi menambahkan bahwa tindakan menutup drainase justru merugikan masyarakat secara luas. Ia menginstruksikan aparatur setempat, mulai dari Lurah hingga RT/RW, untuk bersikap tegas dan tidak ragu memberikan teguran jika ada warga yang kembali membangun di atas saluran air.

Pembangunan di Kecamatan Kasemen ini disebut Budi sebagai bentuk efisiensi anggaran yang diprioritaskan untuk menyentuh kebutuhan dasar masyarakat secara langsung.

Ia menyadari bahwa masih banyak wilayah lain yang membutuhkan perbaikan serupa, sehingga ia meminta masyarakat untuk bersabar karena pembangunan dilakukan secara bertahap.

“Ini gunanya kenapa kepala daerah selalu memprioritaskan terkait anggaran yang benar-benar menyentuh kepada masyarakat. Bagi masyarakat di kecamatan lain yang belum merasakan, mohon sabarnya karena semuanya perlu proses dan bertahap,” jelasnya.

Proyek betonisasi dan drainase ini diprediksi akan selesai dalam kurun waktu tiga bulan ke depan. Budi Rustandi berharap, setelah proyek ini rampung, warga dapat menjaga fasilitas yang telah dibangun dengan tidak mendirikan bangunan di atasnya.

Untuk memastikan aturan tersebut dipatuhi, Wali Kota memberikan kewenangan penuh kepada pihak Kelurahan dan Kecamatan untuk melakukan pengawasan ketat. Bahkan, ia tidak segan memerintahkan pembongkaran jika ditemukan pelanggaran di kemudian hari.

“Saya perintahkan untuk dibongkar (jika ada bangunan di atas drainase). Kalau melawan, hubungi saya langsung. Pengawasannya ke depan oleh Lurah, Camat, serta RT dan RW. Mereka tidak boleh takut lagi,” pungkas Budi menutup peninjauan tersebut.

Berita Terkait

Discussion about this post