SERANG, BANPOS – Muktamar Mathla’ul Anwar menetapkan KH. Jazuli Juwaini sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar periode 2026–2031.
Terpilihnya sosok dengan latar belakang akademik, politik, dan organisasi yang kuat ini menjadi perhatian luas warga Mathla’ul Anwar, sekaligus memunculkan rasa ingin tahu terhadap figur yang kini dipercaya memimpin organisasi Islam bersejarah tersebut.
Jazuli Juwaini bukanlah nama baru, baik di lingkungan Mathla’ul Anwar (MA) sendiri maupun di tingkat nasional bahkan internasional.
Jazuli lahir di Bekasi pada 2 Maret 1965, ia tumbuh dalam tradisi keilmuan Islam yang kemudian membentuk fondasi intelektualnya. Pendidikan formalnya ditempuh secara berjenjang dan konsisten dalam bidang keislaman dan manajemen.
KH. Jazuli menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud (LIPIA Jakarta) pada Fakultas Syariah, lalu melanjutkan studi S2 di Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta dengan konsentrasi Tafsir Hadits.
Gelar doktor diraihnya dari Universitas Negeri Jakarta dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).
Kombinasi antara ilmu keislaman dan manajemen ini menjadi modal penting dalam membangun kapasitas kepemimpinannya.
Tidak hanya memahami teks dan tradisi, Jazuli juga memiliki perspektif modern dalam pengelolaan organisasi.
Di dunia profesional, KH. Jazuli dikenal sebagai akademisi yang aktif mengajar sebagai dosen pascasarjana di Universitas Sahid Jakarta.
Namun, kiprahnya tidak berhenti di dunia akademik. Jazuli juga memiliki rekam jejak panjang di dunia politik nasional.
Ia tercatat sebagai anggota DPR/MPR RI selama lima periode berturut-turut, sejak 2004 hingga saat ini (2024–2029), mewakili daerah pemilihan Banten II.
Selama di parlemen, Jazuli tidak hanya menjadi anggota biasa. Ia dipercaya memegang posisi yang sangat strategis sebagai Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) selama beberapa periode, yang menunjukkan tingkat kepercayaan dan kapasitas kepemimpinannya dalam mengelola dinamika politik nasional.
Peran tersebut memperlihatkan kemampuannya dalam membangun komunikasi, mengelola perbedaan, serta memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Di lingkungan Mathla’ul Anwar sendiri, Kh. Jazuli memiliki keterikatan historis dan pengalaman organisasi yang panjang.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua PB Mathla’ul Anwar Bidang Organisasi dan Sumber Daya Manusia pada periode 2008–2013, serta menjadi Anggota Majelis Wali Amanah PB Mathla’ul Anwar pada 2013–2018.
Pengalaman ini menjadikannya memahami secara mendalam karakter, tradisi, serta tantangan internal organisasi.
Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai organisasi keislaman dan sosial, di antaranya pernah menjadi Ketua Dewan Pemakmuran Masjid Indonesia (1999–2004), serta terlibat dalam pengelolaan lembaga pendidikan dan pesantren.
Di tingkat internasional, Jazuli menjabat sebagai Wakil Presiden Forum Anggota Parlemen Muslim Dunia (IIFP), yang menunjukkan pengakuan global atas kiprahnya.
Tidak hanya aktif di ranah praktis, Jazuli juga dikenal sebagai pemikir dan penulis produktif. Berbagai buku telah ia hasilkan, yang membahas tema keislaman, demokrasi, pendidikan, dan persoalan sosial.
Di antara karya-karya nya adalah, Menunaikan Amanah Umat, Memimpin Perubahan di Parlemen, Revitalisasi Pendidikan Islam, hingga Ulama dan Pesantren Mewariskan Indonesia Merdeka.
Karya-karya tersebut mencerminkan perhatian besarnya terhadap pembangunan umat dan bangsa.
Sementara itu, melalui karya ilmiahnya Jazuli menunjukkan kedalaman akademik yang serius.
Tesisnya mengkaji pentingnya asbab al-nuzul dalam penafsiran ayat-ayat hukum, sedangkan disertasinya membahas perubahan dan pengembangan organisasi DPR pasca amandemen UUD 1945.
Hal ini tentunya menegaskan bahwa dirinya tidak hanya praktisi, tetapi juga akademisi yang memiliki basis keilmuan kuat.
Sejumlah penghargaan juga telah diraihnya, baik di tingkat nasional maupun internasional, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya di bidang politik, intelektual, dan pelayanan publik.
Bagi warga Mathla’ul Anwar, terpilihnya KH. Jazuli bukan hanya bergantinya pemimpin, tetapi juga harapan baru untuk terbang lebih tinggi.
Ia diharapkan mampu memperkuat peran organisasi dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.
Kini, di tangan Jazuli Juwaini, arah baru Mathla’ul Anwar mulai ditatap.
Sebuah organisasi besar dengan sejarah panjang kini berada di bawah kepemimpinan sosok yang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga memiliki visi keilmuan dan kebangsaan yang kuat.
Adapun, data dan informasi dalam profil ini dihimpun oleh Banpos dari berbagai sumber. (*)







Discussion about this post