SERANG, BANPOS – Universitas Bina Bangsa mencetak prestasi mengirimkan dua mahasiswa menjadi duta teknologi global. Faktanya, mereka mengemban tugas menyebarkan pemahaman kecerdasan buatan menyasar mahasiswa selama tiga bulan ke depan.
“Kami siap menjembatani Google mengedukasi penggunaan kecerdasan buatan menyentuh mahasiswa,” kata Krisna Valencia.
Sebelumnya, ribuan pendaftar seluruh Indonesia mengikuti tahapan seleksi ketat memperebutkan posisi duta bergengsi tersebut. Kemudian, pihak penyelenggara mewajibkan peserta membuat kampanye media sosial mengajak pemuda melek teknologi digital.
“Hanya sepuluh persen pendaftar berhasil menembus seleksi menjadi perwakilan resmi,” ungkap Khaisya Davina.
Selanjutnya, Khaisya menginisiasi proyek pemanfaatan layanan komputasi awan mengatasi keterbatasan spesifikasi perangkat keras pengguna. Bahkan, ia memanfaatkan ekosistem canggih membantu mahasiswa mempelajari komputasi statistik tanpa menemui hambatan teknis.
“Program ini meningkatkan keterampilan kepemimpinan memperluas jaringan inovasi teknologi nasional,” harap Khaisya.
Nanti, kedua duta kampus ini menjalani pelatihan intensif mengeksplorasi ekosistem digital pada akhir April. Pencapaian prestisius tersebut memperkuat reputasi institusi menghasilkan talenta unggul memajukan industri digital.
Kesimpulannya,
“Kami berkomitmen membagikan ilmu mendorong perkembangan kecerdasan buatan menyentuh masyarakat,” pungkas Krisna menegaskan. (*)







Discussion about this post