Rekam Jejak Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang yang Kena OTT KPK, Kariernya Kini Terancam Hancur

TANGERANG, BANPOS – Setalah nama Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang Tardi, salah satu yang terjaring OTT senyap KPK yang juga ikut diamankan bersama 16 orang lainnya dalam kegiatan OTT senyap KPK.

Kini rekam jejak karier Tardi di lingkungan pertanahan kini menjadi sorotan dan terancam hancur, hal tersebut lantaran namanya ikut muncul dalam OTT senyap KPK yang digelar pada Senin 14 September 2026.

Baca Juga

Sebelum menduduki jabatan sebagai Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang, ia pernah dipercaya memimpin Kantor Pertanahan Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Jabatan tersebut diembannya hingga sekitar pertengahan 2025. Tak lama kemudian, Tardi mendapat penugasan di Provinsi Banten.

Pada Agustus 2025, ia dilantik sebagai Kepala Kantah Kota Tangerang, menggantikan Heri Mulianto.

Posisi tersebut menempatkan Tardi sebagai pejabat yang memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pelayanan administrasi pertanahan di salah satu kota dengan dinamika pembangunan dan kepemilikan lahan yang tinggi.

Selama memimpin Kantah Kota Tangerang, Tardi juga tercatat terlibat dalam sejumlah agenda pembenahan pelayanan pertanahan.

Salah satunya melalui kerja sama dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang untuk mengintegrasikan data pertanahan dengan data perpajakan daerah.

Program tersebut mencakup sinkronisasi Nomor Identifikasi Bidang (NIB) dengan Nomor Objek Pajak (NOP). Integrasi data diharapkan dapat membuat informasi mengenai bidang tanah dan kewajiban perpajakannya lebih terhubung.

Tardi juga aktif membangun koordinasi dengan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) dalam mendukung pelayanan pertanahan kepada masyarakat. Namun, kini rekam jejak tersebut berada dalam sorotan berbeda setelah namanya muncul dalam OTT KPK.

Keterlibatan Tardi dalam operasi tersebut belum otomatis membuktikan adanya tindak pidana. KPK masih melakukan pemeriksaan untuk menentukan peran dan status hukum masing-masing pihak yang diamankan. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post