SERANG, BANPOS – Dalam memeriahkan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Serang Kota membagikan puluhan apresiasi kepada para wajib pajak taat pajak.
Plt. Kepala UPT Samsat Serang Kota, Ratu Ema Mahfudloh menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai salah satu upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mengapresiasi para WP yang senantiasa patuh dalam menunaikan kewajibannya.
“Hari ini memang sengaja untuk semarak RI. Agenda utama mengapresiasi 81 wajib pajak yang tidak memiliki tunggakan,” katanya, Sabtu (15/8).
Tak hanya penyerahan apresiasi, halaman Samsat Serang Kota pun disulap menjadi wadah selebrasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga deretan perlombaan khas kemerdekaan.
“Bahwa di hari ini kita melibatkan wajib pajak untuk lomba-lomba, kado-kado sudah disiapkan,” tambah Ema.
Sementara, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten, Rd Berly Rizki Natakusumah mengaku mengapresiasi inisiatif jajaran UPT Samsat Serang Kota yang dinilainya sukses memuliakan masyarakat pembayar pajak di tengah tantangan ekonomi saat ini.
“Saya juga warga Kota Serang. Inisiasi Kepala UPT Kota Serang Alhamdulillah begitu meriah memuliakan masyarakat Kota Serang yang merupakan wajib pajak kendaraan bermotor di wilayah Serang. Merupakan apresiasi kepada bapak ibu yang terpilih mengingat bapak ibu teladan, mengingat saat ini penurunan ekonomi kelas menengah ke bawah ini dinamika kejadian yang nyata di tahun-tahun ke belakang,” kata Berly dalam sambutannya dihadapan seluruh wajib pajak yang hadir.
Ia menegaskan bahwa ketepatan waktu dalam membayar pajak merupakan wujud nyata semangat perjuangan untuk terus mendorong pembangunan daerah.
“Ini apresiasi istiqomah untuk membangun Banten karena partisipasi ibu bapak membayar pajak keberlangsungan membangun Banten ini semangat juang 45, konsisten untuk memilih tidak menunggak,” tegasnya.
Lebih lanjut, dalam kesempatan itu, Berly menyoroti masih tingginya angka tunggakan pajak kendaraan di Provinsi Banten. Padahal menurut dia, penerimaan dari sektor pajak ini berbanding lurus dengan fasilitas publik serta program kesejahteraan yang dinikmati masyarakat.
“Tunggakan kendaraan di Provinsi Banten banyak. Masyarakat yang menunggak supaya bisa ikut berpartisipasi dalam pembangunan, agar jalan-jalan tidak rusak, pendidikan gratis, kita mau bantuan sosial besar,” jelas Berly. (*)




Discussion about this post