CILEGON, BANPOS – Rasa kecewa yang mendalam dialami atlet cabang olahraga Judo asal Kota Cilegon bernama Jofina Dwi Maharani dan orang tuanya, pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Banten ke-XII 2026.
Kepada BANPOS, Senin (15/6) mereka mengaku kecewa dengan perlakuan panitia pertandingan Judo yang membatalkan perolehan medali emas di kelas 57 putri yang telah diperoleh atlet tuan rumah Cilegon.
“Terkait Popda cabang judo untuk kelas 57 putri atas nama Jofina Dwi Maharani yang di prediksi menyumbang 1 medali emas untuk Cilegon, tiba- tiba secara sepihak pada hari H-1 disampaikan saat teknikal meeting hanya sebagai Eksebisi, karena peserta pendaftar hanya 2 atlet,” ujar Joyo ayah dari Jofina Dwi Maharani, kemarin.
Joyo didampingi putrinya mengungkapkan bahwa pada saat itu keputusan teknikal meeting pada 11 Juni hanya memberi 2 pilihan, kelas 57 putri tidak dipertandingkan atau eksebisi. Dalil dari panitia karena pendaftar di kelas itu minim, hanya dua pendaftar.
“Jelas sekali keputusan itu sangat merugikan kami, karena sebelumnya tidak ada penjelasan resmi dan tidak ada persetujuan dari pengurus cabang Judo Cilegon. Secara tiba- tiba berubah lagi yang tadinya ada medali menjadi tidak ada medali, Itu karena alasan bahwa langsung ditelp Kadispora Banten,” tandas Joyo.
Dampak dari pembatalan hasil medali emas tersebut sangat mendalam dimana putrinya sudah mempersiapkan latihan sejak dua tahun lalu. Akan tetapi panitia dengan gampangnya mengabaikan aturan yang sudah diumumkan sebelumnya bahwa tidak ada pembatalan pertandingan kelas 57.
Menurutnya, akibat pembatalan perolehan medali emas secara sepihak oleh panitia, mengganggu psikis anak yang sedari awal ingin mempersembahkan medali emas untuk daerah kelahirannya Kota Cilegon.
“Anak saya menjadi tertekan dimana pembatalan hasil medali emas pada kelas 57 tersebut tidak tersampaikan dari awal proses pendaftaran nama- nama atlet. Belum lagi latihan yang dua tahun jadi sia- sia karena aturan tersebut,” ungkapnya.
Atas perlakuan tidak adil tersebut, Joyo kemudian melaporkan ke Bidang Hukum Koni Cilegon untuk melakukan protes keras dan mengembalikan hak medali emas kepada Kota Cilegon.
“Saat ini kita tinggal menunggu hasil protes ke pantia cabor judo. Tim Bidang Hukum KONI langsung melayangkan surat protes dan meminta hak medali emas untuk Kota Cilegon untuk ditetapkan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Gubernur Banten Andra Soni saat pembukaan Popda ke- XII di Kota Cilegon mewanti-wanti kepada seluruh atlet dan juri serta dewan hakim untuk bertindak profesional dan menjunjung sportivitas pada ajang olah raga dua tahunan tersebut.
“Popda bukan sekedar mencari juara. Tunjukkan sikap professional saat bertanding maupun saat memimpin jalanya pertandingan. Tunjukkan nilai dan semangat sportivitas kepada sesame atlet,” tandas Andra Soni. (*)







Discussion about this post