Tuan Rumah PON 2032, Banten Diminta Segera Bangun Sirkuit Balap Motor

SERANG, BANPOS — Penetapan Provinsi Banten sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII 2032 bersama Lampung disambut serius oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) Banten. Organisasi olahraga otomotif itu mulai menyiapkan atlet sejak dini sekaligus mendorong pembangunan sirkuit permanen untuk mendukung penyelenggaraan ajang nasional tersebut.

Ketua IMI Banten, Tubagus Roy Fachroji Basuni, mengatakan persiapan jangka panjang diperlukan agar atlet-atlet bermotor Banten mampu tampil maksimal saat berlaga di rumah sendiri.

Baca Juga

“Banten ditunjuk menjadi tuan rumah PON 2032 bersama Lampung. Kami mulai mempersiapkan atlet-atlet bermotor dari sekarang untuk menghadapi ajang tersebut,” ujar Roy, Senin (8/6).

Menurut Roy, peluang Banten meraih medali di cabang olahraga bermotor cukup terbuka. Keyakinan itu didasarkan pada capaian atlet Banten pada PON sebelumnya yang berhasil menyumbangkan medali di nomor Grasstrack.

“Pada PON sebelumnya kami meraih medali perak dan perunggu dari kategori Grasstrack. Ini menjadi modal yang baik untuk persiapan ke depan,” katanya.

Meski optimistis terhadap kualitas atlet, IMI Banten mengakui masih menghadapi persoalan infrastruktur. Hingga saat ini, Banten belum memiliki sirkuit balap motor permanen yang memenuhi standar untuk menggelar kejuaraan nasional.

“Untuk fasilitas, kita belum memiliki sirkuit permanen. Padahal untuk kejuaraan tingkat nasional, sirkuit permanen menjadi syarat utama,” ujarnya.

Saat ini, kegiatan balap motor di Banten masih mengandalkan sirkuit non-permanen, termasuk yang berada di kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B). Kondisi tersebut membuat Banten belum dapat menjadi tuan rumah kejuaraan nasional balap motor.

“Kita masih menggunakan sirkuit non-permanen untuk kejuaraan tingkat provinsi dan klub. Untuk kejuaraan nasional harus menggunakan sirkuit permanen,” jelas Roy.

Karena itu, IMI Banten berharap pembangunan sirkuit permanen dapat menjadi salah satu prioritas menjelang PON 2032. Selain mendukung pembinaan atlet, keberadaan sirkuit dinilai akan memberikan dampak ekonomi bagi daerah.

Menurut Roy, sirkuit permanen berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penyelenggaraan berbagai event otomotif yang dapat menggerakkan sektor perhotelan, restoran, dan pariwisata.

“Sirkuit tidak hanya bermanfaat untuk olahraga, tetapi juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah karena banyak event yang dapat digelar di Banten,” katanya.

Selain itu, IMI Banten berencana mengajukan diri sebagai tuan rumah babak kualifikasi atau Pra-PON cabang Grasstrack menuju PON 2028. Pengajuan tersebut akan dilakukan kepada Pengurus Pusat IMI dalam waktu mendatang.

Sebelumnya, KONI Pusat resmi menetapkan Banten dan Lampung sebagai tuan rumah bersama PON XXIII tahun 2032 melalui Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI 2026 di Jakarta.

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menyatakan Banten dinilai layak menjadi tuan rumah setelah melalui proses penilaian dan visitasi terhadap sejumlah venue olahraga, fasilitas pendukung, akomodasi, hingga layanan kesehatan.

“Saya yakin dengan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Banten, PON XXIII tahun 2032 akan berjalan dengan baik,” ujar Marciano. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post