Pasar Kranggot Akan Direvitalisasi, Pedagang Minta Transparansi Penempatan Kios

CILEGON, BANPOS – Kondisi Pasar Kranggot yang selama ini dikeluhkan warga karena kumuh dan semrawut bakal ditata ulang. Pemerintah Kota Cilegon bahkan berencana membongkar total pasar tersebut pada 2027 mendatang.

Rencana itu disampaikan Walikota Cilegon, Robinsar saat melakukan siaran langsung di media sosial, Senin malam (18/5).

Baca Juga

Pernyataan tersebut muncul setelah salah satu warganet menanyakan kondisi Pasar Kranggot yang dinilai semakin kumuh dan tidak tertata.

“Pasar Kranggot akan dibongkar total. Insya Allah kita sedang menunggu investor, dan investornya sudah ada,” kata Robinsar.

Menurutnya, pemerintah daerah telah mulai berkoordinasi dengan pihak pengelola pasar maupun pedagang terkait rencana penataan tersebut.

“Kita doakan. Saya juga sudah berkoordinasi dengan pihak pasar dan pedagang,” ujarnya.

Meski demikian, Robinsar belum menjelaskan siapa investor yang akan terlibat maupun besaran anggaran yang dibutuhkan untuk pembongkaran dan pembangunan kembali Pasar Kranggot.

Rencana pembongkaran total pasar itu disambut positif oleh sebagian pedagang. Salah seorang pedagang, Roni mengaku senang dengan rencana penataan Pasar Kranggot yang menjadi salah satu program kerja Walikota Cilegon.

“Ya bahagia, ikut senang dengarnya. Apalagi ini jadi program kerja Pak Wali,” ungkapnya.

Namun di sisi lain, Roni berharap proses penataan nantinya tidak justru memberatkan pedagang kecil.

Menurutnya, pengalaman relokasi pasar sebelumnya membuat pedagang harus mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan kios.

“Pengalaman saya kalau pasar pindah, pedagang harus menebus kios dengan harga besar,” katanya.

Ia mengungkapkan, saat Pasar Baru Cilegon dipindahkan ke Kranggot pada 2007-2008 lalu, pedagang harus mengeluarkan biaya sekitar Rp25 juta untuk satu kios ukuran 2×2 meter.

“Kalau dibandingkan sekarang tentu nilainya bisa jauh lebih besar,” ujarnya.

Selain itu, Roni juga menyoroti adanya dugaan praktik jual beli kios strategis oleh oknum saat proses relokasi pasar sebelumnya.

Karena itu, ia berharap penentuan lokasi kios nantinya dilakukan secara transparan dan adil.

“Saya minta penentuan kios dilakukan lewat undian sesuai janji, bukan karena ada uang tambahan ke oknum pasar,” harapnya. (*)

Berita Terkait

Discussion about this post