SERANG, BANPOS – Dalam lima tahun terakhir, Kota Serang kian mengukuhkan diri sebagai wilayah paling diminati untuk tempat tinggal di Provinsi Banten. Fenomena ini tidak sekadar persepsi, tetapi didukung oleh data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten yang mencatat adanya peningkatan signifikan arus perpindahan penduduk ke ibu kota provinsi tersebut.
Ketua Tim Statistik Sosial BPS Banten, Adam Sofian, menjelaskan bahwa indikator utama yang digunakan untuk membaca fenomena ini adalah migrasi risen netto. Indikator tersebut mengukur selisih antara jumlah penduduk yang masuk dan keluar dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
“Migrasi risen itu mengukur perpindahan penduduk dengan membandingkan tempat tinggal saat survei dengan tempat tinggal lima tahun sebelumnya. Penduduk yang dihitung mulai dari usia 5 tahun ke atas,” ujarnya kepada BANPOS, Rabu (6/5/2026).
“Kota Serang tercatat sebagai daerah dengan migrasi risen masuk tertinggi sebesar 3,53, artinya sekitar 3–4 orang dari 100 penduduk memiliki alamat tempat tinggal berbeda dibanding lima tahun sebelumnya,” tambah Adam.
Data tersebut memperlihatkan bahwa Kota Serang bukan hanya mengalami pertumbuhan alami penduduk, tetapi juga menjadi tujuan utama mobilitas masyarakat dari berbagai daerah di Banten, bahkan luar wilayah.
Kota Serang Punya Daya Tarik
Secara faktual, daya tarik Kota Serang tidak muncul begitu saja. Adam menyebutkan bahwa meskipun survei BPS tidak secara spesifik menanyakan alasan migrasi, kondisi di lapangan menunjukkan beberapa faktor dominan yang mendorong perpindahan tersebut.
“Kemudahan akses, lokasi yang strategis di tengah wilayah Banten, serta statusnya sebagai ibu kota provinsi menjadikan Kota Serang sebagai tujuan. Banyak yang datang karena penugasan kerja, ekspansi usaha, pendidikan, maupun karena ketersediaan tempat tinggal yang lebih baik,” jelasnya.
Fenomena ini juga memperlihatkan adanya transformasi Kota Serang menjadi pusat pertumbuhan baru di Banten. Tidak hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai simpul ekonomi, pendidikan, dan jasa.
Dari sisi demografi, profil penduduk yang datang ke Kota Serang relatif serupa dengan struktur penduduk Banten secara umum. Namun, terdapat karakteristik yang cukup menonjol.
“Penduduk yang datang didominasi usia produktif, memiliki pendidikan dan pekerjaan yang baik, atau bahkan sudah memiliki usaha sendiri,” kata Adam.
Kondisi ini menjadi peluang besar bagi Kota Serang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Kehadiran penduduk usia produktif dengan keterampilan dan pengalaman kerja dinilai mampu mendorong dinamika ekonomi lokal.
Lebih lanjut, Adam menegaskan bahwa peningkatan jumlah penduduk memiliki dua sisi yang harus diantisipasi oleh pemerintah daerah. Jika dikelola dengan baik, maka dampaknya akan sangat positif bagi pembangunan.
“Bila dapat dikelola dengan optimal, ini akan baik dalam mendorong ekonomi setempat karena dapat menumbuhkan lapangan kerja baru, terutama di sektor jasa dan informal. Juga membantu penyediaan tenaga kerja terampil serta membawa ide-ide baru,” ujarnya.
Namun demikian, ia juga mengingatkan potensi dampak negatif jika pertumbuhan penduduk tidak diimbangi dengan kebijakan yang tepat.
“Jika tidak dimanfaatkan dengan baik, bisa menimbulkan konflik sosial, kerawanan keamanan, serta meningkatnya kebutuhan terhadap fasilitas publik,” tambahnya. (*)




Discussion about this post